Kendari, Radarsultra.co.id – Produksi kedelai di Sulawesi Tenggara (Sultra) dari realisasi periode I (Januari-April) dan periode II (Mei-Agustus) tahun 2018 mencapai 5.780 ton.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra menunjukkan pada periode I total produksi kedelai mencapai 4.030 ton dengan luas panen 2.223 hektar dan provitas 18,13 kuintal per hektar (ku/ha).
Kemudian periode II produksinya mencapai 1.750 ton dengan luas panen 1.068 hektar dan provitas 16,39 ku/ha.
“Ada lima kabupaten yang memberikan kontribusi besar dalam produksi kedelei hingga Agustus 2018 yakni Kolaka periode I 1.941 ton dan periode II 580 ton, Konawe Selatan (Konsel) periode I 927 ton dan periode II 725 ton,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra Suryati Raeba saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018).
Konawe periode I 376 ton dan periode II 93 ton, Muna periode I 214 ton dan periode II 131 ton dan Buton Utara (Butur) periode I 309 ton dan periode II 29 ton.
Jika dijumlah produksi 5 kabupaten ini selama dua periode yakni Kolaka 2.521 ton, Konawe 469 ton, Konsel 1.652 ton, Muna 345 ton dan Butur 338 ton.
Untuk diketahui, secara umum produksi kedelai tahun 2016 mencapai 16.136 ton dengan luas panen 8.789 hektar dan provitas 19,47 kuintal/hektar (ku/ha).
Kemudian tahun 2017 produknya menurun 74,87 persen menjadi 4.055 ton dengan luas panen 2.425 hektar dan provitas 16,72 ku/ha. Sementara itu, angka ramalan dua atau sementara tahun 2018 produksi kedelai diprediksi 8.140 ton dengan luas panen 4.536 hektar dan provitas 17,95 ku/ha.
Laporan: Robiah Adawiah






