Kendari, Radarsultra.co – Sebanyak 595 wisudawan dan wisudawati Universitas Terbuka (UT) Kendari mengikuti prosesi wisuda tahap 1 yang digelar di Ballroom Hotel Azizah Syariah, Kamis, (10/8/2023).
Ratusan peserta wisuda tersebut berasal dari 13 kabupaten/kota hingga daerah-daerah yang terpencil di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan beberapa diantaranya berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, didampingi oleh Direktur UT Kendari Arifin Tahir dalam konfrensi persnya berharap, para lulusan UT yang di wisuda tahap satu ini dapat kembali ke masyarakat untuk mengabdi dan membaktikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UT Kendari.
“Apalagi banyak dari mereka berasal dari daerah yang cukup jauh, kita harap hal ini akan dapat semakin meningkatkan kualitas SDM di Sultra sesuai komitmen kami bersama pemerintah,” ujarnya.

Dalam wisuda tersebut, UT Kendari juga memberikan penghargaan kepada Wisudawan terbaik seperti Andi Marissa, NIM 859760412, IPK 3,90, pada program studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, asal kelompok Belajar Unaaha, Kabupaten Konawe, kemudian Wa Ode Khalifa Alfailun – NIM. 041389288, IPK 3,87, program studi S1 Ekonomi Manajemen, kelompok Mandiri, Kota Kendari dan Ismawati Lambara – NIM 859738969, IPK 3,81, pada program studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Asal Kelompok Belajar Tikep, Kabupaten Muna Barat.
Selain itu, UT Kendari juga mengumumkan dua Wisudawan Inspiratif yakni La Ode Muhamad Arifin dengan status Pencapaian 2 Gelar sarjana pada Universitas Terbuka Kendari, yaitu NIM 018869908 Masa Registrasi Awal 2012 Ganjil pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara-S1, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
NIM 040831617 Masa Registrasi Awal 2018 Ganjil pada Program Studi Ilmu
Hukum S1, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik asal kelompok Belajar
Wanci, Kabupaten Wakatobi dan juga Najamuddin. H, NIM 040831703 ,Masa Registrasi Awal 2018 Ganjil Pada Program studi, S1 Ilmu Pemerintahan dengan status alamat atau tempat tinggal terluar, yaitu beralamat di Desa Lafeu, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng.






