Kendari, Radarsultra.co.id- Jumlah pendaftar calon mahasiswa baru (Maba) Universitas Haluoleo pada SBMPTN 2017 mengalami peningkatan dengan mencapai 13.387, yang sebelumnya hanya 13.026. Namun, dari banyaknya pendaftar tersebut, sepuluh ribu diantaranya dipastikan gugur.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO Dr La Ode ngkoemani mengungkapkan peminat Universitas Halu Oleo (UHO) tiap tahun mengalami peningkatan. Ada tiga jalur yang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia juga di Prov. Sultra, yakni SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN.
“Tiga jalur tersebut disiapkan dalam penerimaan mahasiswa baru ditiap tahunnya oleh PTN se – Indonesia. Namun ditiap seleksi tersebut belum dapat menampung semua peminatnya. Pada jalur pertama, melihat dari siklus nilai, secara bertahap apakah meningkat tiap semesternya atau tidak, yang dinyatakan lulus bebas test (SNMPTN). Kemudian pada jalur kedua yaitu SBMPTN dilakukan penjaringan dengan melakukan test langsung. Dan yang ketiga yaitu SMMPTN yaitu jalur ketiga dengan melakukan test juga, namun kuotanya dan daftar program studinya tidak begitu lengkap, hanya prodi yang masih belum cukup kuotanya saja,” ungkap Ngkoemani saat ditemui di ruang kerjanya usai memantau jalannya test SBMPTN, Selasa (17/5/2017).
Ia menambahkan, tentunya jalur pertama persaingan di jalur kedua atau SBMPTN hari ini lebih sangat ketat. Sebab calon mahasiswa baru dalam hal ini tamatan SMA/MA/SMK dari seluruh penjuru Sulawesi Tenggara (Sultra), dituntut agar mampu mengeluarkan pelurunya untuk mendapatkan kursi.
“Maka dari itu, pada seleksi ini dari Tiga Belas Ribuan Pendaftar SBMPTN 2017 UHO, Sepuluh Ribu pendaftar sudah dapat dipastikan bakal gagal masuk di PTN favorit itu. Sebab untuk jalur itu hanya punya kuota atau daya sekitar Tiga Ribuan kursi yang telah diatur kuotanya oleh masing-masing prodi,” tambahnya.
Sementara itu, Ia mengatakan bahwa yang belum mendapatkan kursi atau belum lulus pada seleksi SBMPTN ini, jangan berkecil hati masih ada satu jalur lagi, yaitu SMMPTN atau seleksi mandiri.
“Artinya, mereka yang tidak lolos nanti masih ada kesempatan ketiga atau terakhir untuk masuk di UHO yaitu test SMMPTN. Kemudian, Prodi yang sudah penuh otomatis sudah tidak menerima lagi dan tidak tersedia. Hanya prodi yang belum terpenuhi kuotanya yang akan dibuka pada jalur tersebut,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil ini merupakan keputusan dari pusat, kuota atau daya tampungnya sudah di atur.
“Kami juga tidak bisa mengkoordinir semua yang tidak lolos. Daya tampung kami sudah ditentukan serta dipantau langsung oleh pusat. Lembar jawaban SBMPTN paling lambat pada tanggal 18 Mei sudah tiba di pusat untuk validasi di ITS. Kita tinggal menunggu hasil, semua yang mengolah atau memeriksa dilakukan oleh tim pusat tidak ada campur tangan dari pihak UHO,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pengumuman hasil SBMPTN akan diumumkan pada 13 Juni mendatang. Dan setelah itu, akan dibuka jalur mandiri atau jalur terakhir pada esok harinya 14 Juni 2017 dengan kuota sebanyak 1.907 kursi.(B)






