1

UHO Kembali Dapat Tambahan 7 Prodi Baru

1

Kendari, Radarsultra.co.id– Setelah 2 usulan program studi ( prodi ) yang sebelumnya di terima oleh Kemenristekdikti, kali ini Universitas Haluoleo kembali mendapatkan 7 tambahan prodi yang terbagi atas prodi sarjana (S1) dan prodi magister (S2).

Kabag Humas UHO Maulid, mengatakan bahwa etelah di keluarkannya SK Menteri nomor. 133/KPT/I/2017 tgl. 8 februari th. 2017 tentang izin pendirian 2 Program Studi yaitu Program statistika dan sastra prancis program sarjana. Kini ada tambahan 7 prodi baru lagi.

1

“Usulan prodi ini merupakan usulan tambahan oleh Rektor Uho di zaman Prof. Usman Ruanse, yang kini kembali lagi mencatat prestasi dengan mendapatkan kepercayaan oleh Kemenristekdikti untuk sekian kalinya,” ungkap Kabag Humas UHO, Maulid, Selasa (9/5/2017).

BACA JUGA :  PGRI Sultra dan Dikbud Sepakat Perkuat Sinergi Pendidikan

Berdasarkan usulan rektor UHO Prof. Usman Rianse, denga nomor surat 4132a/UN29/LL/2016 tgl. 21 Desember 2015. Kemenristekdikti kembali menyetujui izin pendirian 7 program studi baru yaitu program studi sarjana dan program studi magister, sehingga dikeluarkan SK Menteri nomor, 228/KPT/I/2017 tanggal 25 April 2017,.

“Untuk 4 prodi sarjana (S1) yaitu Ilmu komputer, Perpustakaan dan ilmu informasi, Rekayasa infrastruktur & lingkungan, dan Teknik kelautan. Kemudian 3 prodi Magister yaitu Hukum, Geografi, dan Manajemen rekayasa,” sebutnya.

BACA JUGA :  Tanggapi Isu Jual Beli Kunci Jawaban, Dikbud Sultra : Mudah-mudahan Tidak Benar

Maulid mengatakan yang menjadi salah satu pertimbangan menteri, sebab sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, terutana UU No. 12 th 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“Jadi ini merupakan peluang dan kesempatan bagi siswa/siswi di Sultra maupun secara Nasional pada umumnya untuk menentukan pilihanya di UHO yang sesuai dengan keinginanya. Universitas Haluoleo kini membuka peluang seluas-luasnya untuk memenuhi keinginan dan melayani kebutuhan sesuai tuntutan masyarakat dalam bidang sumber daya manusia,” tutupnya.

1
1