Kendari, Radarsultra.co.id – Entah dimana letak kasih sayang orang tua yang tega meninggalkan anaknya yang sedang terkunci sendirian di dalam rumah selama berhari-hari. Sebut saja Melati (nama samaran), bocah perempuan 4 (Empat) tahun yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya yang sedang pulang kekampung halamannya di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari, AKBP Jemi Junaedi bersama Pihak Kementerian dan Dinas Sosial (Dinsos) Prov Sultra yang mendengar informasi tersebut langsung bergerak menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi bocah malang tersebut yang terkurung sendirian di dalam rumahnya selama berhari-hari.
Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi yang ditemui di Mapolres Kendari mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak Polres Kendari dan Dinsos.
“Jadi ketika kami mendapatkan laporan dari masyarakat di sekitar rumah si korban, akhirnya dengan informasi tersebut kami bergerak dengan menggandeng dari Dinsos Prov Sultra untuk mengamankan anak tersebut,” kata AKBP Jemi, Jumat (24/11/17).
Terkait dengan dugaan bahwa kasus tersebut adalah tindak kekerasan terhadap anak yakni penyekapan, AKBP Jemi membantah hal tersebut dengan mengatakan bahwa kasus tersebut termasuk dalam kategori penerlantaran anak oleh orang tuannya.
“Dibilang penyekapan sih bukan, ini semacam penerlantaran anak karena anak ini sering ditinggal pergi oleh orang tuanya, ditinggalkan oleh orang tuanya itu berkaitan mungkin orang tuanya lagi pulang kampung, kemudian anak ini ditinggalkan sendiri, dikunci selama berhari-hari bahkan anak ini hanya dikasi makan dengan makanan yang ada disitu saja, seperti yang saya liat ada susu yang sudah basi, kemudian nasi yang sudah berhari hari,” papar Kapolres.
Setibanya di TKP tepatnya di BTN Puri Tawang Alun 5 lorong Punggawa Mokoawu Kecamatan Kambu Kota Kendari, Polres Kendari bersama Dinsos langsung berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk membuka paksa pintu rumah tersebut dengan cara mendobraknya.
“Setibanya di TKP, Itupun juga kami telah memanggil ketua RT setempat untuk bisa membuka paksa pintu rumahnya tersebut, setelah terbuka ternyata kita lihat di dalam rumahnyapun sangat memprihatinkan, hanya ada Susu basi dan Nasi yang sudah berhari-hari di dalam rumah itu,” ungkapnya Kapolres.
Ditempat yang sama, pekerja sosial perlindungan anak dari kementrian sosial, Wa Ode Cahaya mengatakan saat anak tersebut diselamatkan, tampak kondisi anak tersebut dalam keadaan ketakutan.
“Tadi pada saat kami datang pintu rumahnya masih terkunci, jadi dari warga dan juga pihak Kepolisian masih berusaha untuk mendobarak pintunya, dan pada saat terbuka si anak tersebut sudah mulai ketakutan, terus juga dari kondisi fisiknya sudah kelihatan pucat dan gemetar, jadi anak itu diketahui ketika berada di dalam rumah dia sudah menangis minta dibukakan pintu,” ucap Wa Ode Cahaya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari tetangga korban, kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi, si gadis kecil tersebut (Melati.red) sudah sering ditinggal dan dikurung sendiri didalam rumah oleh kedua orangtuanya.
Terkait penanganan kasus tersebut, Kapolres Kendari mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman dengan mengumpulkan saksi-saksi dan informasi di lapangan untuk mengetahui dengan jelas kronologi dari kejadian tersebut.
“Kami belum bisa menentukan pasal apa yang dilanggar dari kejadian tersebut dan kami belum sampai kesana karena orang tua korban saat ini pun masih belum ada. Kalau penanganannya untuk saat ini yang pastinya akan memintai keterangan dari ketua RT maupun dari tetangganya yang jelas nanti kita akan berlanjut ke orang tua anak tersebut,” tukas Kapolres.
Untuk diketahui akibat dari penelantaran kondisi anak tersebut saat ini masih belum stabil dan untuk sementara Dinsos akan menitipkan gadis kecil tersebut ke panti asuhan.
“Untuk sementara anak ini akan kami titipkan ke panti asuhan, karena kalau dikembalikan kepada keluarganya juga kan kami tidak ketahui keberadaanya dimana, terus dari pihak tetangga korban juga tidak ada yang tahu mengenai keluarga tersebut, jadi kami koordinasikan kepada panti asuhan dulu untuk sementara,” ucap Wa ode Cahaya. (A)






