1

Ridwan Bae Berhasil Perjuangkan Rusun Untuk Mahasiswa di Sultra

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, berhasil memperjuangkan pembangunan rumah susun (Rusun) sebanyak enam unit untuk mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Masing-masing Universitas tersebut akan mendapatkan 2 (Dua) unit bangunan Rusun yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2019.

1

Hal tersebut dibenarkan oleh Ridwan Bae, dikatakannya, fasilitas Rusun tersebut berhasil diperjuangkannya dalam rapat dengan Ir. H. Khalawi, AH, MSc.,MM, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementeri PUPR yang berlangsung pada hari Senin pagi hingga malam (17/9/18) di ruang rapat Komisi V DPR RI di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Ridwan memanfaatkan moment tersebut untuk memperjuangkan nasib mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Wakil Walikota Kendari Resmikan Milena Spa Grand Clarion Kendari

“Melalui rapat pembahasan APBN 2019 antara anggota Komisi V DPR RI dengan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bapak Khalawi, telah disetujui pembangunan Rusun untuk mahasiswa di tiga kampus yang berada di Kota Kendari,” kata Ridwan Bae, anggota Komisi V DPR RI melalui saluran telepon seluller, Selasa (18/9/18).

Mengenai besarnya alokasi APBN untuk pembangunan Rusun tersebut, bervariasi tergantung luas dan jumlah lantai bangunan.

“Soal biaya pembangunan Rusun tentu bervariasi, yang lebih tahu teknisnya Dirjen Penyediaan Perumahan,” kata Ridwan yang juga saat ini menjabat ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sultra.

BACA JUGA :  Operasi Keselamatan Anoa 2025, Satgas Preventif Polda Sultra Berikan Himbauan Tertib Lalu Lintas di By Pass Kota Kendari

Ridwan terbilang keras dalam memperjuangkan pembangunan Rusun untuk mahasiswa UHO, IAIN Kendari dan Unsultra, karena melihat kondisi mahasiswa yang masih banyak menyewa rumah kos-kosan di luar kampus.

Bahkan ada yang tinggal di rumah keluarga, demi menuntut ilmu di Universitas, sementara menurutnya, konsekuensi mahasiswa kos-kosan atau tinggal sementara di rumah keluarga yaitu berada pada biaya hidup yang tetap bertambah.

“Kalau kos, sudah pasti biaya sewa, kemudian mau ke kampus, pasti mengeluarkan biaya transportasi lagi. Tapi dengan adanya Rusun yang dibangun di areal UHO, Unsultra dan IAIN Kendari, maka biaya transportasi sudah tidak ada lagi, termasuk biaya lainnya,”jelas mantan Ketua BPD HIPMI Sultra ini.

1
1