Kendari, Radarsultra.co.id – Produksi kacang tanah di Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua tahun terakhir mengalami penurunan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra Suryati Raeba mengatakan, tahun 2016 produksi kacang tanah mencapai 3.022 ton, 2017 turun 13,38 persen menjadi 2.618 ton dan prediksi melalui angka ramalan di tahun 2018 juga mengalami penurunan 13,81 persen menjadi 2.256 ton.
“Untuk luas panen kacang tanah pada tahun 2016 tercatat 3.887 hektar dengan provitas 7,77 kuintal/hektar, tahun 2017 luas panen hanya 3.490 hektar dengan provitas 7,50 ku/ha dan angka ramalan 2018 3.465 hektar dengan provitas 6,51 ku/ha,” kata Suryati, Jumat (9/11/2018).
Total realisasi luas panen kacang tanah dari Januari-Agustus 2018 mencapai 3.053 hektar dengan provitas 5,92 ku/ha dan produksi 1.806 ton.
Dibandingkan tahun 2017 diperiode bulan yang sama luas panen kacang tanah mencapai 3.164 hektar artinya menurun 3,5 persen pada tahun 2018. Provitasnya 6,87 ku/ha dan total produksi 2.173 ton.
Daerah yang memberikan share terbesar untuk produksi kacang tanah adalah Muna 543 ton, Konsel 105 ton, Mubar 742 ton, Konut 72 ton, Butur 60 ton, Konawe 66 ton dan Buton 64 ton.
Masing-masing daerah ini memiliki luas panen Muna 871 hektar, Konsel 98 hektar, Butur 85 hektar, Konut 104 hektar, Mubar 1.589 hektar, Konawe 48 hektar dan Buton 85 hektar.
Laporan: Robiah Adawiah
[20:37, 27/11/2018] K Icha: Produksi Kacang Hijau Turun
Kendari, Radarsultra.co.id – Selain komoditi pertanian kacang tanah, produksi kacang hijau di Sulawesi Tenggara (Sultra) juga mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra Suryati Raeba mengatakan, produksi kacang hijau tahun 2016 mencapai 1.003 ton dengan luas panen 1.255 hektar dan provitas 8,0 kuintal/hektar (ku/ha). Tahun 2017 angka ini menurun 32,12 persen menjadi 681 ton saja.
“Luas panen tahun 2017 pun turun 35,73 persen menjadi 806 hektar dan provitasnya 8,45 ku/ha. Sementara itu, angka ramalan atau sementara tahun 2018 juga menurun 18,43 persen menjadi 555 ton dengan luas panen 680 hektar dan provitas 8,17 ku/ha,” kata Suryati, Sabtu (10/11/2018).
Realisasi produksi kacang hijau hingga Agustus 2018 mencapai 305 ton dengan luas panen 364 hektar dan provitas 8,39 ku/ha.
Dibanding tahun 2017 diperiode bulan yang sama produksi menapai 540 ton, luas panen 634 hektar dengan provitas 8,52 ku/ha.
Dari hasil diatas, ada 25 hektar yang mengalami gagal panen/ puso dari total luas tanam hingga Agustus 2018 368 hektar.
Lebih rinci pada periode Januari-April 2018 luas lahan yang gagal panen ada 11 hektar dari luas tanam 177 hektar. Periode Mei-Agustus 2018 luas tanam mencapai 191 hektar namun ada 15 hektar yang mengalami puso.
Untuk diketahui, total luas tanam kacang tanah hingga Agustus 2018 adalah 4.865 hektar dan ada 857 hektar mengalami gagal panen.
Laporan: Robiah Adawiah






