Kendari, Radarsultra.co – Menjelang Pilkada Serentak 2024, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengambil langkah antisipatif untuk mencegah potensi konflik sosial di 17 kabupaten/kota yang akan menggelar pemilihan.
Melalui Biro Operasi, Polda Sultra telah menyusun strategi komprehensif guna memperkuat sistem pengamanan di seluruh wilayah provinsi.
Kabagbinops Biro Operasi Polda Sultra, AKBP Budhi, SE, menyampaikan bahwa telah disusun rencana pengamanan yang komprehensif dalam menghadapi berbagai skenario kontinjensi.
“Kami berfokus pada penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi seluruh sumber daya pengamanan guna memastikan Pilkada Serentak 2024 berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata AKBP Budhi, Jumat, 4 Oktober 2024.
Langkah ini diambil setelah analisis intelijen menunjukkan adanya potensi ketegangan di beberapa daerah.
Faktor-faktor seperti rivalitas antar calon dan isu-isu sosial yang sensitif menjadi perhatian utama pihak kepolisian.
“Kami telah mengidentifikasi titik-titik rawan konflik dan menambah jumlah personel di lokasi-lokasi tersebut, terutama di TPS saat penghitungan suara,” jelas AKBP Budhi.
Ia menambahkan bahwa pasukan cadangan juga telah disiagakan di seluruh wilayah Sultra sebagai bagian dari rencana kontinjensi.
Yang menarik, Polda Sultra tidak hanya mengandalkan pendekatan keamanan konvensional. AKBP Budhi menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pencegahan konflik.
“Kami memahami bahwa pendekatan kekerasan bukanlah solusi. Oleh karena itu, kita mengedepankan komunikasi, dialog, dan edukasi kepada masyarakat, serta bekerja sama dengan tokoh agama, adat, dan pemuda untuk mendinginkan suasana politik,” ujarnya.*






