1

OJK Sebut Stabilitas Perbankan Sultra Tetap Terjaga

*Kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) yang digelar di Kendari.
1

Kendari, Radarsultra.co – Kinerja industri perbankan di Sulawesi Tenggara tetap menunjukkan kondisi yang stabil pada awal 2026. Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) yang digelar di Kendari, Rabu (05/03/26).

Bismi menyampaikan bahwa hingga Januari 2026 total aset perbankan di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar Rp61,68 triliun atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year).

1

“Kinerja perbankan tetap ekspansif dengan pertumbuhan aset 6,5 persen secara tahunan, didorong penguatan Dana Pihak Ketiga sebesar 5,9 persen serta penyaluran kredit yang tumbuh 5,1 persen,” ujarnya.

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp33,64 triliun. Struktur dana masyarakat masih didominasi oleh tabungan dengan porsi 65,3 persen, diikuti deposito sebesar 18,7 persen dan giro sebesar 16 persen.

BACA JUGA :  Kebijakan Stimulus Covid-19 Untuk Lembaga Keuangan Non Bank Di Perpanjang

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada instrumen giro yang meningkat 11,1 persen secara tahunan.

OJK juga mencatat distribusi dana masyarakat masih terkonsentrasi di Kota Kendari. Hingga Desember 2025, total DPK di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut mencapai Rp20,46 triliun.

Sementara itu, total penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar Rp42,59 triliun.

Dari sisi sektor ekonomi, kredit terbesar disalurkan pada kategori bukan lapangan usaha lainnya dengan porsi 70,53 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 11,36 persen, rumah tangga sebesar 8,47 persen, konstruksi sebesar 4,01 persen, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 2,67 persen.

BACA JUGA :  Hiburan, Promo, dan Hadiah Meriahkan Festival Toyota 20–22 Juni di Kendari

Penyaluran kredit juga terpusat di Kota Kendari dengan nilai mencapai Rp24,41 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, stabilitas sektor perbankan tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,10 persen.

Tekanan kualitas aset tercatat di beberapa daerah, dengan NPL tertinggi berada di Kota Baubau sebesar 2,94 persen dan Kabupaten Muna sebesar 2,82 persen.

Selain itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 126,59 persen yang menunjukkan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dalam mendukung perekonomian daerah.

1
1