Kendari, Radarsultra.co – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) tahun 2026 sebagai agenda organisasi untuk menentukan arah pembinaan olahraga dayung di daerah tersebut ke depan.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan pengurus pusat, yakni Wakil Ketua Umum PB PODSI, Hari Sidharta. Turut hadir Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara yang diwakili Ketua Harian KONI Sultra, Dr. Sofyan, serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kendari yang diwakili Pasops Lanal Kendari Mayor Laut (P) Nur Yusroni, serta perwakilan cabang olahraga lainnya.
Hasil musyawarah menetapkan Carateker PODSI Sultra, Martin Effendi Patulak, sebagai Ketua Umum PODSI Sulawesi Tenggara periode 2026–2030 secara aklamasi.

Ketua Umum PODSI Sultra terpilih, Martin Effendi Patulak menegaskan bahwa olahraga dayung selama ini merupakan salah satu cabang olahraga andalan yang kerap mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di berbagai ajang.
Ia mengakui hasil yang diraih pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2024 di Aceh–Sumatera Utara menjadi pelajaran penting, setelah cabang olahraga dayung Sultra tidak berhasil meraih medali emas.
“PON Aceh Sumut tahun 2024 cabang olahraga dayung tanpa merebut medali emas. Ini pelajaran penting bagi kita jajaran pengurus PODSI,” ujar Martin Effendi, Sabtu (7/3/2026).
Namun demikian, ia optimistis Sulawesi Tenggara masih memiliki banyak atlet potensial yang dapat dibina untuk mengembalikan kejayaan olahraga dayung daerah.
“Saya yakin dan percaya Sulawesi Tenggara masih banyak stok atlet yang cukup mumpuni yang bisa kita bina sehingga sesuai dengan tema Musyawarah Provinsi, yakni Kembalikan Kejayaan PODSI Sultra,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mempersiapkan berbagai kebutuhan pembinaan, termasuk peningkatan sarana latihan, kualitas pelatih, hingga ketersediaan wasit.
Selain itu, kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian penting agar para atlet dapat terus berprestasi dan membawa nama baik daerah.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Sultra, Dr. Sofyan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PODSI Sultra atas dedikasi dalam membina dan mengembangkan olahraga dayung di daerah.
“Atas nama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus PODSI Sulawesi Tenggara atas dedikasi dan kerja keras dalam membina serta mengembangkan olahraga dayung di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap Musprov ini dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner dan solid, serta mampu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“KONI Sulawesi Tenggara berharap agar Musprov ini dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, solid, serta mampu membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Menurutnya, dengan manajemen organisasi yang baik, program latihan yang terstruktur, serta dukungan dari semua pihak, prestasi atlet dayung Sulawesi Tenggara diyakini dapat kembali meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“KONI Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk terus mendukung cabang olahraga yang menunjukkan keseriusan dalam pembinaan, tata kelola organisasi yang profesional, serta capaian prestasi yang membanggakan daerah,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua panitia Musprov PODSI Sultra, La Liusu, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Musprov merupakan amanat organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PODSI, sekaligus menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan tingkat provinsi.
“Musyawarah Provinsi/Daerah adalah amanat organisasi yang diatur dalam AD/ART yang harus dijalankan bersamaan dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui Musprov tahun 2026 ini, PODSI Sulawesi Tenggara akan memilih Ketua Umum beserta jajaran kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030.
Pelaksanaan Musprov ini juga didasarkan pada Surat Keputusan Pengurus Besar PODSI Nomor 01 Tahun 2026 tertanggal 7 Januari 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus merumuskan strategi pembinaan olahraga dayung Sulawesi Tenggara di masa mendatang.***






