Kendari, Radarsultra.co.id – Lagu daerah asal suku Tolaki Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali dihadirkan dengan nuansa berbeda dalam album Anoa Island.
Album Anoa Island adalah hasil karya dari gabungan musisi asal Kota Kendari yang personelnya terdiri dari Arya Yudha Lamuse (Rocafada Band), Ifal Chandra Moluse (Anaconda Band), Edward Albert/Edo (Anaconda Band), Sutrianto/Anto (Tambelo Band), Irenne Sidolisa (Amor Band) dan Deny Dhiat (Pangkostrad Band) yang diaransemen kedalam musik modern tanpa menghilangkan nuansa tradisional dari lagu daerah itu sendiri.
Produser dalam Project tersebut, Yudha Lamuse mengungkapkan, album tersebut digarap secara bersama-sama dengan tujuan untuk melestarikan kembali lagu daerah tolaki yang kini mulai terabaikan.
“Tujuan kami dengan adanya album ini agar masyarakat Sultra, utamanya generasi penerus bangsa dalam hal ini adik-adik kami nantinya dapat melesatrikan kembali lagu daerah yang saat ini kami rasa mulai terabaikan, khususnya lagu Tolaki, bukan hanya lagu Tolaki tapi juga lagu-lagu daerah lainnya di Sultra,” Katanya. Jumat (22/9/2017)
Lanjut, Yudha dalam perjalanan project album lagu deerah tersebut mendapat tanggapan positif dari pemuka adat tolaki dan saat ini telah mendapat apresiasi dari ketua adat tolak, Mansyur Masie Abunawas (MMA).
“Alhamdulillah album ini juga sangat di dukung oleh ketua adat tolaki, dan kami juga sangat berharap masyarakat di Sultra dapat menerima album kami dan laris dipasaran,” lanjutnya.
Bukan hanya itu, selain project album lagu tradisional, para musisi tersebut juga nantinya akan membuat karya film daerah tolaki yang mengisahkan tentang isi lagu dalam album Anoa Island.






