1

Keunggulan Tanam Padi Jajar Legowo

Radarsultra.co.id
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Kasimin Ketua Kelompk Tani Kelurahan Raraa,Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku hasil panen padinya meningkat dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo.

“Saat ini rata-rata panen 7,4 ton per hektarnya, dibandingkan 4 tahun lalu yang sangat rendah, selain karena saluran kurang bagus juga sistem tanam petani tidak bersamaan, saat ini sudah serentak dan pengairannya juga sudah bagus sehingga produksi padi meningkat,” ungkapnya Selasa, (26/11/2018).

1

Ia menjelaskan, Bagi masyarakat awam khususnya para petani sawah sebagian besar belum memahami sistem tanama jajar legowo 5 -1, program dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Koltim.

“Legowo diambil dari bahasa jawa berarti Lego yang berarti luas, sementara Dowo berarti panjang jadi jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanaman,” jelasnya.

BACA JUGA :  HUT Kota Kendari Ke 191, Sulkarnain Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendahulu

Terkait kelemahan sistem tanam padi jajar Legowo, “ Kalau kelemahan jajar Legowo yakni, membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan waktu yang lama pada proses penanaman, membutuhkan benih yang lebih banyak serta benih banyak ditumbuhi rumput,” katanya.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pertanian Koltim Laski Paemba mengatakan, sistem tanam padi jajar legowo merupakan upaya Kementan meningkatkan produksi pertanian sawah petani.

“Sistem tanam jajar Legowo 5 – 1, setiap lima baris tanaman terdapat satu baris kosong, namun barisan pinggir jaraknya dua kali lebih rapat dari barisan lainya, kemudian sistem tanam jajar legowo ada beberapa tipe antara lain,  2:1,  3:1, 4:1 dan 5:1,” jelasnya.

BACA JUGA :  8 Kabupaten Ini Jadi Lumbung Jagung di Sultra

Kata Laski Paemba, untuk para petani di Kelurahaan Raraa menggunakan tipe 5:1, ini juga atas permintaan para petani sawah di daerah itu. Luas lahan sawah yang panen di Kelurahan Raraa seluas 335 Ha, itu dari hasil ubinan oleh petugas BPS 7,8 ton/ha, jika legowo 5:1 maka peningkatan populasinya mencapai 100% × 1 : (1 + 5) = 16,7%.

“Dari 335 ha yang dipanen, selain sawah murni cetak petani itu sendiri, juga sebagiannya eks cetak Ditziad TNI AD, untuk rincianya yang dicetak TNI tahun 2015 (79 ha), tahun 2017 (23 ha) jadi total yang dicetak TNI di Kelurahan Raraa sebanyak 92 Ha.” Tutupnya.

Laporan: Muhammad Randa

1
1