Kendari, Radarsultra.co.id – Kelurahan Puday dan Kelurahan Lapulu Kota Kendari berhasil masuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Kegiatan yang bekerjasama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Dirjen Cipta Karya PUPR yang juga didampingi oleh tim Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini merupakan salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kota Kendari menangani kawasan kumuh dan mewujudkan Kendari sebagai Kotaku.

Hal tersebut diwujudkan dalam peletakkan batu pertama penataan kawasan kumuh segmen IV Kelurahan Puday dan Kelurahan Lapulu, oleh Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, Jumat, (24/12/2021).
Sulkarnain mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat sekitar sehingga program Kotaku di Kelurahan Puday dan Lapulu bisa terwujud.
“Kami dari pemerintah kota akan terus berupaya menangani kawasan kumuh yang ada di Kendari dan setelah ini selesai, selanjutnya kita akan menargetkan kawasan Talia dan Poasia,” ujarnya dalam giat tersebut.
Sulkarnain juga berharap agar kedepannya melalui program ini akan terwujud kampung warna warni di segmen Puday-Lapulu, seperti apa yang telah dilaksanakan sebelumnya di segmen Bungkutoko-Petooaha.
“Kita harap segmen Puday-Lapulu bisa menjadi destinasi baru untuk masyarakat kota Kendari. Dan dapat membantu meningkatkan ekonomi dan daya saing UMKM masyarakat sekitar,” kata Sulkarnain.
Ditempat yang sama, dalam sambutan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Dirjen Cipta Karya PUPR yang diwakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (Satker BPPW) Sulawesi Tenggara Ir. Heber Pandin menjelaskan, BPPW bertekad untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh di Indonesia sesuai dengan sasaran pokok RPJPN 2005-2025 yaitu terwujudnya pembangunan yang merata dan berkeadilan yang ditandai dengan terpenuhinya hunian beserta prasarana dan sarananya untuk mewujudkan Kota Tanpa Kumuh.
“Oleh karena itulahitulah dibutuhkan semangat dan komitmen dari berbagai pihak guna mendukung target capaian itu dan salah satu unsur yang harus mengambil peran optimal adalah pemerintah daerah sebagai nahkoda serta keterlibatan masyarakat Kota Kendari,” tuturnya.
BPPW juga turut mengapresiasi kinerja pemerintah Kota Kendari atas percepatan penanganan kawasan kumuh di Kota Kendari, salah satunya yang telah terwujud yaitu kawasan Bungkutoko-Petooaha.
Pihak BPPW ini berharap dengan terbangunnya infrastruktur pada segmen IV ini, Kota Kendari menjadi Kota Tanpa Kumuh, serta dapat memelihara dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun nantinya dengan baik.
Untuk diketahui, pada tahun 2021 ini Kota Kendari mendapatkan investasi skala kawasan untuk segmen IV Puday-Lapulu sebesar Rp 49 miliar. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Forkopimda, Asisten II, Kepala OPD Kota Kendari, camat, lurah, lingkup pemkot kendari serta Tim Kotaku, dan masyarakat sekitar.






