Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan data lengkap produski jagung di 17 kabupaten/kota pada acara Rapat Koordinasi Angka Ramalan (Aram) II bersama Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sultra.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, secara keseluruhan produksi jagung hingga Agustus 2018 mencapai 163.439 ton dengan luas panen 42.279 hektar dan provitas 38,66 kuintal/perhektar (ku/ha).
“Tahun 2016 produksi jagung mencapai 90.007 ton, naik 91.18 persen pada tahun 2017 menjadi 172.078 ton. Kemudian naik 24.95 persen pada angka produksi sementara atau angka ramalan tahun 2018 sebesar 214.989 ton,” kata Nasir, Sabtu (17/11/2018).
Ini seiring dengan peningkatan luas panen dari tahun 2016 yang hanya sekitar 30.816 hektar naik 49 persen di tahun 2017 menjadi 45.917 hektar. Kemudian luas panen sementara atau angka ramalan tahun 2018 juga naik 17.74 persen menjadi 54.062 hektar.
Berikut data lengkap realisasi produksi jagung pada Januari s.d Agustus 2018 di 17 kabupaten/kota:
- Kabupaten Buton produksi jagung mencapai 4.146 ton
- Muna 13.154 ton
- Konawe 9.312 ton
- Kolaka 5.908 ton
- Konawe Selatan (Konsel) 18.847 ton
- Bombana 3.422 ton
- Wakatobi 165 ton
- Kolaka Utara (Kolut) 70.644 ton
- Buton Utara (Butur) 1.909 ton
- Konawe Utara (Konut) 1.721 ton
- Kolaka Timur (Koltim) 9.287 ton
- Konawe Kepulaun (Konkep) 383 ton
- Muna Barat (Mubar) 17.333 ton
- Buton Tengah (Buteng) 2.979 ton
- Buton Selatan (Busel) 2.029 ton
- Kota Kendari 1.811 ton
- Kota Baubau 389 ton.
Laporan: Robiah Adawiah






