Jakarta, Radarsultra.co – Kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dan GoTo Group melalui inisiatif Sahabat-AI tidak hanya menghadirkan teknologi kecerdasan buatan canggih buatan Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan talenta muda di bidang AI. Lewat program magang yang terstruktur dan langsung terlibat dalam pengembangan model Large Language Model (LLM), para mahasiswa dari berbagai universitas kini memiliki kesempatan merasakan pengalaman nyata di dunia AI.
Sejak diperkenalkan pertama kali dalam forum Indosat Indonesia AI Day pada November 2024, Sahabat-AI telah menunjukkan dampak luas, tidak hanya dalam mendorong kedaulatan digital nasional, tetapi juga dalam memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran di era teknologi. Dalam fase pengembangan model, para peserta magang mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam proses pelatihan, pengolahan data, hingga eksperimen arsitektur AI.
Komang Ayu, salah satu peserta magang dari Universitas Udayana, mengatakan bahwa pengalaman tersebut memberinya pemahaman praktis yang mendalam.
“Pengalaman ini memperdalam pemahaman saya tentang pengembangan model end-to-end LLM. Saya belajar cara mengumpulkan dan memproses dataset, mengeksplorasi arsitektur model, dan memperoleh wawasan praktis tentang bagaimana data dipersiapkan dan digunakan untuk melatih model AI,” ungkapnya, Senin (2/6/2025).
Keterlibatan mahasiswa dan akademisi dalam pengembangan Sahabat-AI juga mencerminkan semangat gotong royong lintas sektor. Sejumlah universitas terkemuka, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Sahabat-AI.
Menurut Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, inisiatif ini lebih dari sekadar pengembangan teknologi.
“Indosat dengan bangga memimpin pengembangan AI yang berlandaskan kedaulatan Indonesia. Sahabat-AI bukan sekadar model, ini adalah aset nasional yang dibangun untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan yang lebih penting lagi, ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang bersama teknologi yang relevan dengan budaya dan identitas kita,” ujarnya.
Dengan penyimpanan data dan infrastruktur GPU yang sepenuhnya berada di wilayah Indonesia atau server pengguna, Sahabat-AI memastikan seluruh prosesnya sesuai dengan regulasi nasional, sekaligus membuka peluang bagi pemerintah dan instansi publik untuk mengembangkan layanan AI yang aman dan mandiri.
Hingga saat ini, Sahabat-AI telah diunduh lebih dari 35.000 kali di platform Hugging Face sejak peluncuran versi awal dengan kapasitas 8 dan 9 miliar parameter. Model terbaru yang kini mencapai 70 miliar parameter semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi AI yang berdaulat, terbuka, dan inklusif.
“Dengan membangun platform terbuka seperti Sahabat-AI, kami memperluas akses teknologi ke berbagai kalangan. Mulai dari laboratorium universitas, startup rintisan, hingga institusi layanan publik kini memiliki infrastruktur lokal untuk bereksperimen dan berinovasi. Ini adalah wujud nyata demokratisasi teknologi,” ujar Patrick Walujo, Direktur Utama GoTo Group.
Dengan pendekatan kolaboratif dan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Sahabat-AI telah menjadi model bagaimana pengembangan teknologi nasional dapat berjalan beriringan dengan investasi pada masa depan anak bangsa. Tidak hanya menjadi solusi digital, Sahabat-AI juga menjadi ruang belajar, eksperimen, dan inovasi bagi generasi Indonesia selanjutnya.






