Kendari, Radarsultra.co — Pemerintah Kota Kendari menyatakan optimisme meraih penghargaan Swasti Saba Wistara 2025, predikat tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat.
Hal ini disampaikan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, usai memaparkan capaian program Kota Sehat dalam verifikasi lanjutan yang digelar secara virtual bersama Tim Verifikator Nasional di Ruang Samaturu, Kamis (21/8/2025).
Menurut Siska, Kendari telah melaksanakan berbagai program inovatif di sembilan tatanan Kota Sehat, mulai dari kesehatan masyarakat, pendidikan, lingkungan, hingga penanggulangan bencana.
“Tadi kami sudah memaparkan penyelenggaraan Kota Sehat di Kendari, dan Insya Allah, optimis meraih Swasti Saba Wistara. Ada beberapa catatan dari tim pusat, tetapi itu lebih kepada kelengkapan data teknis yang sebenarnya sudah kami unggah. Mudah-mudahan hasilnya terbaik bagi Kota Kendari,” ujar Siska, Kamis (21/8/2025).
Dalam paparannya, Siska Karina Imran menjelaskan implementasi sembilan tatanan penyelenggaraan Kota Sehat yang menjadi indikator utama penilaian nasional.
Ia menegaskan bahwa program Kota Sehat bukan semata untuk meraih penghargaan, melainkan bagian dari komitmen Pemkot Kendari meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri
Kepada tim verifikator, Wali Kota Kendari menjelaskan bahwa Kota Kendari mencatat peningkatan angka harapan hidup dari 75,34 tahun (2023) menjadi 75,47 tahun (2024).
Program kesehatan masyarakat berjalan optimal, termasuk Gerobak Dashat untuk penurunan stunting, Persela + 3 Dokduk untuk layanan persalinan, serta Si Badut Sakti untuk pencegahan stunting pada balita.
Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) telah mencapai 100%, sementara prevalensi stunting berhasil ditekan dari 25,7% pada 2023 menjadi 24,4% di 2024.
Permukiman dan Fasilitas Umum
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kendari naik menjadi 73,45 pada 2024 dan menempatkan Kendari pada peringkat 10 kota dengan lingkungan terbaik di Indonesia.
Program Car Free Day digelar rutin, pembangunan 623 tangki septik individu, serta revitalisasi ruang terbuka hijau seperti Kebun Raya Kendari dan Anjungan Teluk Kendari menjadi wujud nyata peningkatan lingkungan sehat.
Di sektor persampahan, Kendari mengembangkan TPA Puuwatu dengan sistem control landfill dan bank sampah berbasis masyarakat.
Satuan Pendidikan
Pemkot Kendari memperluas program sekolah sehat, sekolah ramah anak, dan sekolah Adiwiyata.
Inovasi Ladusing (Laporan Perundungan Selalu Ingatkan Stop Bullying) diterapkan di sekolah untuk mencegah kekerasan. Program literasi pangan juga diperkenalkan sejak pendidikan dasar.
Pasar
Inovasi kios pangan digital yang tersebar di 115 titik mendukung keterjangkauan bahan pokok dan stabilitas harga. Selain itu, penerapan transaksi non-tunai melalui QRIS di pasar-pasar membantu efisiensi, transparansi, dan kesehatan lingkungan.
Perkantoran dan Perindustrian Sehat
Kota Kendari memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan 138 layanan dari 32 gerai.
MPP ini dinobatkan sebagai salah satu yang inovatif secara nasional. Layanan publik terintegrasi tersebut memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Pariwisata
Sektor pariwisata terus dikembangkan, termasuk revitalisasi Pantai Nambo, penataan Kebun Raya Kendari, pedestrian MTQ, serta pengembangan kampung wisata Puncak Macan dan Puncak Kodya.
Kendari juga rutin menggelar Kendari Food Festival sebagai wadah promosi kuliner lokal dan pemberdayaan UMKM.
Transportasi dan Tertib Lalu Lintas
Pemkot Kendari melakukan rekayasa lalu lintas satu arah di sejumlah ruas jalan padat, menambah rambu lalu lintas, dan menyediakan layanan bus sekolah untuk mendukung mobilitas pelajar dari keluarga kurang mampu.
Perlindungan Sosial
Kebijakan perlindungan sosial di Kendari difokuskan pada perluasan kepesertaan JKN, program Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) untuk pencegahan perkawinan anak, penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan, serta pemberdayaan 18 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Program pengentasan pengangguran juga dijalankan melalui pelatihan keterampilan, bursa kerja, serta pemagangan.
Penanggulangan Bencana
Pemkot Kendari menetapkan berbagai regulasi kesiapsiagaan bencana, termasuk pembentukan kelurahan tangguh bencana dan satuan pendidikan aman bencana.
Sebanyak ±2.500 pohon rawan tumbang telah ditebang untuk mitigasi bencana hidrometeorologi.
Selain itu, layanan darurat Call Center 112 resmi diluncurkan pada 2025 sebagai nomor tunggal untuk menangani kebakaran, banjir, kecelakaan, hingga masalah kesehatan dan keamanan.
Kendari Berkomitmen Jadi Kota Layak Huni
Dalam pemaparannya, Siska Karina Imran menyampaikan bahwa Kota Kendari telah menorehkan capaian signifikan, termasuk IPM yang mencapai 85,97 pada 2024, tertinggi di Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin menjadikan Kendari sebagai kota layak huni yang sehat, maju, dan berkelanjutan. Semua program ini bukan hanya untuk verifikasi, tapi benar-benar untuk masyarakat,” tegasnya.***






