Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra menggelar rapat penyusunan angka tetap (atap) tahun 2017 dan angka ramalan (aram) I tahun 2018 terkait produktivitas tanaman pangan Sultra bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra, Suryati Raeba membuka acara yang berlangsung dua hari, mulai 9-10 Juli 2018. Rapat kordinasi dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan BPS kabupaten kota se Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari.
Suryati menghimbau agar data produksi pertanian tidak dilaporkan langsung ke pusat, namun tetap berkordinasi ke pihak Distanak Sultra sehingga dilakukan penyesuaian data dan tidak menimbulkan perbedaan data yang signifikan, serta menjadi bahan evaluasi bagi daerah yang mengalami penurunan produktivitas.
“Rapat digelar guna mengumpulkan justifikasi dari angka yang sudah dikumpulkan per masing-masing kabupaten kota untuk melihat potensi tanaman pangan khususnya padi palawija untuk dijadikan angka ramalan tahun 2018 dan yang sudah terealisasi tahun 2017,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Sultra, Toto Haryanto Silitonga, Senin (9/7/2018).
Angka produktivitas tanaman pangan yang dikeluarkan BPS, dihasilkan dari data luas panen (hektar) dan produksi (ton). Data tersebut kemudian ditanggapi masing-masing perwakilan dinas tanaman pangan 17 kabupaten kota, sebagai bahan evaluasi dan mengukur kinerja produktivitas tanaman pangan Sultra tahun 2018 semakin meningkat.
Toto mengaku, pihaknya telah berupaya menyediakan data realistis dengan metode objectiv measurment, tidak lagi berdasarkan pengakuan dari para petani, dan juga tengah mengembangkan kerangka sampling area sehingga luas panen dapat terlihat visual.(b)






