Kendari, Radarsultra.co – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) memperkuat komitmen percepatan pemerataan pembangunan melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra). Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit (PK) Pinjaman Daerah yang berlangsung di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (27/03/26).
Penandatanganan dihadiri langsung Bupati Konawe Utara Ikbar, didampingi Ketua DPRD Konawe Utara Herman Sewani, Sekretaris Daerah Safruddin, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Prosesi tersebut turut disaksikan notaris guna menjamin legalitas dan transparansi tata kelola keuangan daerah.
Bupati Konawe Utara, Ikbar, menegaskan bahwa kerja sama pembiayaan ini menjadi solusi konkret dalam mendukung pendanaan program prioritas daerah.
“Pinjaman daerah ini akan dialokasikan untuk mendanai sekitar 39 paket pekerjaan strategis, mulai dari peningkatan akses jalan, trotoar, drainase, hingga pembangunan gedung kantor dan sarana umum lainnya. Kami ingin memastikan setiap pembangunan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Ikbar.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan matang dan pelaksanaan yang bertanggung jawab oleh seluruh organisasi perangkat daerah.
“Saya minta perencanaan harus tuntas dan eksekusi dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin hasil pembangunan ini tidak hanya fungsional, tetapi juga memperindah wajah Kabupaten Konawe Utara,” tegasnya.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemkab Konawe Utara.
“Momentum ini merupakan wujud sinergi antara Pemkab Konut dan Bank Sultra. Kami memberikan dukungan pembiayaan produktif yang terukur guna mempercepat pembangunan infrastruktur daerah hingga tahun 2028,” ungkap Andri.
Ia menambahkan, Bank Sultra tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap tahapan pembiayaan.
“Setiap pencairan dilakukan berdasarkan progres pekerjaan di lapangan dengan dukungan dokumen yang lengkap. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat Konawe Utara secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kerja sama ini menandai penguatan kemitraan yang telah terjalin sejak pemekaran Kabupaten Konawe Utara pada 2007. Melalui skema pembiayaan ini, kedua pihak optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat provinsi maupun nasional.






