Konawe Selatan, Radarsultra.co – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Mengusung tema “Pekan Bahasa Inggris Berbasis Digital dan Media Sosial”, program yang berlangsung sejak 7 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa serta unsur masyarakat, mulai dari tenaga pendidik, siswa Sekolah Dasar, hingga pemuda dan warga desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Siam, S.Pd., M.Ed.TESOL., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang disusun secara terintegrasi.

“Kegiatan ini adalah Pekan Bahasa Inggris Berbasis Digital dan Media Sosial yang merupakan bagian dari program KKN Tematik. Program ini melibatkan mahasiswa dan siswa sekolah dasar dalam memanfaatkan media digital untuk belajar bahasa Inggris,” Jelas Siam, Jumat (7/8/2026).
Dijelaskan pula, terdapat enam orang dosen pembimbing lapangan yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Ada enam orang DPL, dosen pembimbing lapangan. Ada ketua satu, anggotanya ada lima,” tambahnya.
Program KKN Tematik sendiri diselenggarakan setiap tahun dengan mengangkat tema yang berbeda-beda disesuaikan dengan kompetensi DPL, potensi, kebutuhan, dan permasalahan masyarakat di lokasi KKN, serta diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah, kebijakan pemerintah, dan tujuan pemberdayaan masyarakat.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat. Melalui berbagai kegiatan terencana, warga diajak memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif untuk mendukung pendidikan serta pemberdayaan ekonomi desa.

Selama satu bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan sejumlah program kerja yang telah disusun. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi literasi digital kepada masyarakat, pelatihan pemanfaatan media sosial secara positif, pelatihan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi guru, English for Kids, English Speaking Club, English for Tourism & Agriculture, hingga penyelenggaraan Mini English Festival sebagai puncak kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi umum Selanjutnya, dilaksanakan penyuluhan literasi digital dan pemanfaatan media sosial secara positif, yang mengajarkan warga membuat konten promosi produk pertanian dan UMKM dalam dua bahasa, serta mengenali informasi yang benar dan hoaks.
Khusus bagi para guru, diberikan pelatihan tentang pemanfaatan media digital, media sosial, hingga Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mewujudkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih interaktif dan menarik.
Bagi siswa SD, disiapkan kegiatan seru “English for Kids” yang mengenalkan kosakata dasar lewat aplikasi seperti wordwall. Sementara itu, para remaja desa diajak aktif berlatih bicara melalui klub bahasa Inggris yang berjalan sepanjang kegiatan, baik secara langsung maupun lewat grup WhatsApp dan Facebook.
Terdapat juga materi khusus bahasa Inggris untuk pariwisata dan pertanian, hingga puncak acara “Mini English Festival” yang berisi lomba spelling (mengeja) dan cerdas cermat.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal warga dalam memajukan potensi desa melalui teknologi dan kemampuan berbahasa asing,” pungkasnya.***






