1

Rekor Baru, Cadangan Beras Sultra Tembus 78 Ribu Ton

1

Kendari, Radarsultra.co – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat capaian signifikan dalam ketahanan pangan daerah. Hingga Kamis (23/04/26), stok beras di wilayah Sultra mencapai 78.000 ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog di daerah tersebut.

Kepala Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengungkapkan bahwa lonjakan stok ini tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional. Ia menyebut total cadangan beras nasional telah menyentuh angka 5,1 juta ton.

1

“Peristiwa langka dengan jumlah stok terbanyak sepanjang sejarah negara ini berdiri. Posisi per 23 April, stok nasional 5,1 juta ton, sementara Sultra sendiri mencapai 78.000 ton,” ujarnya.

BACA JUGA :  Honda Forza 2025 Usung Panel Meter TFT dan Bagasi LED

Menurut Benhur, ketersediaan beras di Sultra saat ini sangat aman. Dengan asumsi penyaluran normal melalui program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), cadangan tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari dua tahun.

“Kalau dihitung dengan pola penyaluran saat ini, stok 78 ribu ton itu bisa mencukupi hingga dua tahun lebih,” jelasnya.

Selain memastikan kecukupan stok, Bulog Sultra juga tengah memprioritaskan distribusi beras secara merata ke seluruh kabupaten dan kota. Termasuk wilayah yang belum memiliki gudang permanen, seperti Buton Tengah, agar harga tetap stabil dan tidak terjadi disparitas antara daerah sentra dan non-sentra produksi.

BACA JUGA :  Stabilkan Harga Beras, Bulog Sultra Lakukan Operasi Pasar

Ia juga menegaskan komitmen transparansi kepada publik dengan membuka akses informasi terkait kondisi stok di gudang-gudang Bulog.

“Saya minta tidak ada yang meragukan. Gudang kita penuh, baik gudang induk maupun gudang penyangga. Bahkan kemarin saat kegiatan edukasi pelajar, kami tunjukkan langsung kondisi tersebut,” tambahnya.

Dengan kondisi stok yang melimpah dan distribusi yang terus diperkuat, Bulog Sultra optimistis stabilitas pangan dan ekonomi di daerah akan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

1
1