Jakarta, Radarsultra.co — Pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menjadi perhatian serius Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Wakil Kepala Polri Dedi Prasetyo menekankan pentingnya pemantauan langsung kebutuhan lapangan agar langkah penanganan dapat dilakukan cepat, tepat, dan terukur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan Kapolda di wilayah terdampak, Wakapolri menilai percepatan menjadi kunci, khususnya melalui optimalisasi alat berat untuk membuka akses dan mempercepat pembersihan material bencana.
“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (26/12/2025).
Di Aceh, Polri terus memperbarui data kebutuhan lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sejumlah alat berat telah disiagakan guna mempercepat pemulihan.
“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” jelasnya.
Dukungan juga diperkuat dengan penambahan lima unit alat berat di Aceh Tamiang.
Sementara itu, pemantauan di Sumatera Utara menunjukkan pengerahan alat berat yang lebih luas di beberapa titik terdampak.
“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik, data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” kata Wakapolri.
Selain aspek infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi fokus pemantauan. Ketersediaan air bersih dinilai krusial untuk menjaga kesehatan dan aktivitas warga terdampak. Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan terdapat ratusan titik fasilitas air bersih yang perlu dibangun.
“Saat ini sudah lebih dari 100 yang sudah operasional. Ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, Polri juga akan meresmikan fasilitas air bersih di sejumlah daerah, termasuk Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta wilayah Sumatera Barat seperti Agam dan Padang Panjang.
Langkah pemantauan dan akselerasi ini menegaskan komitmen Polri untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan efektif dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.***






