Kendari, Radarsultra.co – Sebagai salah satu bagian dari program perencanaan yang dilakukan dari tahun ke tahun secara bertahap, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya meningkatkan jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Kendari.
Untuk tahun 2023 ini, Pemkot Kendari menargetkan Kali Kadia yang berlokasi di antara Jalan Kol. H Abdul Hamid dan Jalan Antero Hamra, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjadi Kawasan RTH baru di Kota Kendari.
Jauh sebelumnya Pemkot Kendari telah melakukan perencanaan untuk pembukaan RTH-RTH baru di setiap kecamatan di Kota Kendari yang kedepannya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya RTH baru yaitu RTH Kali Kadia, ini akan semakin memperluas Kawasan hijau di Kota Kendari yang kedepannya akan menunjang keasrian wilayah perkotaan.
Melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar), Dinas Pekerjaan Umun dan perumahan Rakyat (PUPR), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait lainnya dilingkup Pemkot Kendari Bersama Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu telah melakukan berbagai macam tahapan mulai dari perencanaan, peninjauan, sosialisasi serta pelaksanaan teknis seperti penataan ulang hingga akhirnya berhasil mentransformasi Kali Kadia menjadi salah satu RTH baru di Kota Kendari.
“Alhamdulillah berkat Kerjasama semua pihak dan juga masyarakat serta pedagang di sekitar Kali Kadia kita bisa melakukan penataan ulang Kali Kadia ini mejadi RTH,” ujar Pi Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu saat melakukan peninjauan sekaligus kerja bakti di Kali Kadia, Minggu, (23/7/2023).
Asmawa juga berterima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari yang telah bersama – sama menyetujui penataan Kali Kadia yang dibuktikan dengan adanya alokasi program kegiatan serta anggaran dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023.
“Kami juga meminta dukungan kepada masyrakat, mari sama – sama kita wujudkan Kali Kadia ini sebagai ruang terbuka publik,” ucapnya.
Dalam prosesnya, Pemkot Kendari melakukan berbagai kegiatan penataan di Kali Kadia salah satunya yaitu kerja bakti yang telah dilakukan beberapa kali oleh Pj. Wali Kota Kendari beserta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Kendari dengan membersihkan kawasan Kali Kadia dan juga sisa – sisa bangunan yang telah dibongkar disepanjang RTH baru tersebut.
“Pada kerja bakti ini saya mengajak seluruh ASN lingkup Pemkot Kendari untuk bersama – sama melakukan pembersihan puing – puing sisa pembongkaran bangunan di sepanjang Kali Kadia, harapannya agar pihak – pihak terkait yang ditugaskan bisa segera bergerak melakukan penataan Kali Kadia,” lanjut Asmawa.
Pembukaan RTH di beberapa Kawasan di Kota Kendari merupakan salah satu wujud gerakan Pemkot Kendari untuk memaksimalkan penataan Kawasan yang ada di Kota Kendari sehingga menjadi lebih asri, bersih dan juga dapat menjadi pusat lokasi berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyrakat serta juga dapat menjadi salah satu objek wisata untuk masyarakat local maupun luar yang berkunjung di Kota Kendari.
RTH sendiri merupakan area atau Kawasan yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Adapun proporsi RTH pada wilayah perkotaan biasanya adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat.
Untuk di Kota Kendari sebelumnya juga telah memiliki beberapa Kawasan RTH, beberapa diantaranya yaitu Taman Kota Kendari yang berada di depan Kantor Wali Kota Kendari yang beralamat di Jalan Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga dan Taman Meohai atau Taman Teratai yang berada di pinggir Teluk Kendari tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) serta masih banyak lagi RTH lainnya.

Relokasi Disambut Baik Para Pedagang di Kawasan RTH Kali Kadia
Sebelum ditranformasi menjadi RTH, Kali Kadia dijadikan lokasi perdagangan oleh masyarakat, namun setelah dilakukan sosialisasi, para pedagang bersedia direlokasi dan kemudian melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan – bangunan mereka di sepanjang Kali Kadia.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat khususnya para pedagang yang berdagang di sekitar Kali Kadia yang dengan sukarela secara mandiri pindah kebeberapa lokasi yang telah kami sediakan,” ungkap Asmawa.
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kendari juga turut dikerahkan sebagai upaya membantu dan mempermudah para pedagang melakukan pembokaran terhadap bangunan-bangunan milik mereka di sepanjang Kali Kadia.
Rencananya, para pedagang tersebut akan direlokasi dibeberapa lokasi salah satunya yaitu pasar PKL yang terletak di Jl. Lawata, Kecamatan Mandonga, Kelurahan Mandonga, Kota Kendari dan untuk melancarkan relokasi tersebut, Pemerintah Kota Kendari telah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Pj. Wali Kota Kendari beberapa bulan sebelumnya.
Dalam rapat itu, Asmawa meminta agar OPD terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penataan kawasan Pasar PKL agar dapat ditempati para pedagang relokasi dari Kali Kadia.
“Saat ini kondisi Pasar PKL masih bisa menampung banyak pedagang, sehingga kita bisa menampung pedagang kuliner dan pedagang buah yang berjualan di kawasan kali Kadia,” ujarnya pada rapat koordinasi tersebut, Kamis, (25/5/2023).
Pada rapat tersebut juga, Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala juga meminta agar Dinas Perdagangan bersama pengelola Pasar PKL untuk melengkapi sejumlah fasilitas, sebelum para pedagang kali Kadia pindah di Pasar PKL. Dia juga meminta Dinas lingkungan hidup untuk mengatur pengangkutan sampah jika pembongkaran sayur telah dilakukan di Pasar PKL.
“Dinas perdagangan minta tolong dilengkapi fasilitas yang ada di sana, seperti, air bersih, lokasi berjualan dan listrik. Agar pedagang yang pindah nanti bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Kendari Alda Kesutan Lapae menjelaskan, saat ini Pasar PKL masih bisa menampung sekira 100 an pedagang dari kawasan Kali Kadia. Pasar ini juga memiliki lapangan parkir yang luas, cukup untuk bongkar sayur seperti yang direncanakan Pj. Wali Kota Kendari.
“Sekarang kendala yang dihadapi di Pasar PKL listriknya selalu padam, termasuk penambahan sumber air untuk menyuplai kebutuhan pedagang,” ungkapnya.
Selain Pasar PKL untuk pedagang buah dan kuliner, para pedagang di kawasan kali Kadia akan dipindahkan dibeberapa lokasi di antaranya, pedagang sembako di Pasar Wayong Kadia, pedagang unggas dan ikan di Pasar Punggolaka dan pedagang tanaman hias di Kelurahan Talia sekitar jembatan Bungkutoko

Penataan Kali Kadia Di Mulai Secara Bertahap
Untuk mengoptimalkan penataan Kali Kadia, Pemerintah Kota Kendari melakukannya secara bertahap, setelah sebelumnya dimulai pada tahun 2019 dengan anggaran kurang lebih Rp. 2,4 miliar, penataan Kali Kadia untuk tahap pertama dimulai dengan penataan komponen drainase Box Culvert sepanjang 207 meter disisi Kali Kadia di bagian Jalan Antero Hamra lalu kemudian setelah selesai dilanjutkan lagi dengan tahap kedua pada 2021 yakni penambahan Box Culvert sepanjang 50 meter dan juga pemasangan tegel jalan dan tangga berserta pagar pengamannya sepanjang 207 meter dan memakan anggaran sekitar Rp. 2,9 miliar.
Untuk tahap ketiga yang juga dilakukan di tahun yang sama yaitu 2021, dengan anggaran sekitar Rp. 2,8 miliar, penataan yang sama dilakukan mencakup kawasan Kali Kadia pada sisi Jalan Kol. H Abdul Hamid (pasar buah) kemudian dilanjutkan penataan sepanjang 474 meter termasuk didalamnya berupa penuntasan 50 meter penataan kali pada sisi Jalan Antero Hamra serta pemasangan rang penangkap sampah dan lumpur dari hulu sungai Kali Kadia dengan anggaran total sebesar Rp. 11 miliar.
Dengan selesainya penataan yang dimulai sejak 2019 hingga 2021, Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa penataan akan dilanjutkan dengan perencanaan berikutnya yankni pembenahan kawasan pedestrian termasuk relokasi pedagang di sepanjang Kali Kadia.
“Penataan akan terus kami lanjutkan sepanjang Kali Kadia ini sehingga bisa menjadi RTH baru”, ujarnya saat diwawancarai sebelumnya.
Di tahun 2023, Pemerintah Kota Kendari melanjutkan pengerjaan penataan Kali Kadia dengan melakukan sosialisasi dan relokasi pedagang yang berjualan di sepanjang RTH baru tersebut dan peninjauan langsung oleh Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala bersama beberapa OPD terkait serta kerja bakti juga turut dilakukan untuk menjaga kebersihan sepanjang Kali Kadia agar dapat memperlancar penataannya sebagai RTH baru di Kota Kendari.
“Saya berterima kasih kepada para pedagang dan masyarakat sekitar yang mau bekerja sama menata Kali Kadia ini, mari kita jadikan kawasan ini sebagai kawasan yang bersih dan dapat dimanfaakan dengan baik,” ujar Ridwansyah Taridala saat meninjau kawasan Kali Kadia, Jumat, (7/7/2023).

Pemkot Kendari Optimalkan Pemanfaatan Kali Kadia
Pemerintah Kota Kendari yang dipimpin Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu terus berusaha mengoptimalkan pemanfaatan Kali Kadia sejak ditata menjadi RTH, ada berbagai macam fungsi yang bisa dimanfaat di kawasan tersebut, seperti fungsi memperlancar aliran air yang mengalir hingga ke teluk Kendari. untuk itu, Pemerintah Kota Kendari melakukan kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.
“Hari ini kita sudah berkomunikasi dengan Balai Sungai, karena mereka juga memiliki program yang sama, jadi kalau bisa dimaksimalkan akan lebih baik lagi,” ujar Kepala Badan perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Kendari, Cornelius Padang saat diwawancarai, Senin, (31/7/2023).
Dengan kolaborasi tersebut, lanjut Cornelius, maka pemanfaatan salah satu fungsi RTH Kali Kadia sebagai pengatur sirkulasi air saat hujan dapat benar – benar berjalan dengan baik sehingga dapat mengalir dengan lancar agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir.
“Jadi aliran air bisa sampai ke laut tanpa terjadinya kendala jika sudah dilakukan penataan,” ungkapnya.
Selain optimalisasi fungsi aliran air, pembangunan lokasi wisata kuliner disekitar RTH juga menjadi salah satu target program Pemerintah Kota Kendari, sehingga kawasan RTH Kali Kadia akan menjadi semakin hidup.
“Kita lagi melihat juga ruangnya untuk kemungkinan menempatkan titik – titik kuliner sehingga bisa termanfaatkan maksimal sebagai ikon baru Kota Kendari,” jelas Cornelius.
Selain itu, fungsi utama Kali Kadia sebagai RTH baru di Kota Kendari juga dioptimalkan agar bisa dimanfaatkan oleh publik untuk digunakan beraktifitas seperti berolahraga, berkegiatan seperti lomba-lomba dan kegiatan lainnya.
Pemerintah Kota Kendari juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam pemeliharaan RTH Kali Kadia, mulai dari pemasangan baliho dan spanduk himbauan termasuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan kerja bakti, pembersihan di kawasan RTH tersebut.
“Jadi kita bisa terus mejaga RTH baru kita ini tetap bersih dan menjadi tempat yang nyaman untuk beraktifitas,” kata Cornelius.
*RTH Kali Kadia Jadi Pusat Pelaksanaan peringatan HUT RI ke – 78
Untuk menjadikan RTH Kali Kadia sebagai ikon baru Kota Kendari, pemerintah mulai memusatkan berbagai macam kegiatan publik di kawasan tersebut, salah satunya yaitu peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 78.
Ada berbagai macam rangkaian HUT RI yang digelar oleh Pemerintah Kota Kendari di kawasan RTH baru tersebut, dimulai dengan pembukaan rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 78 pada Selasa, (4/8/2023).
Rangkaian perayaan tersebut dibuka dengan pemukulan gong oleh Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih di kali Kadia, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera merah putih pada perwakilan camat lurah dan kepala sekolah untuk selanjutnya diserahkan pada masyarakat dan peluncuran semarak kemerdekaan RI ditutup dengan pertunjukan musik bambu yang dimainkan sebanyak 780 pelajar se Kota Kendari.
Kegiatan yang berpusat di RTH ini kata Asmawa, bertujuan untuk untuk memperkenalkan Kali Kadia sebagai ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan tempat yang bisa digunakan secara bersama-sama, baik untuk rekreasi mandiri, olahraga mandiri dan kegiatan positif lainnya, sehingga mudah-mudahan walaupun saat ini masih dalam proses penataan tetapi kita sudah bisa menikmati, satu icon baru satu kawasan yang benar-benar bisa menjadi milik masyarakat bukan hanya milik sekelompok orang,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Ditempat yang sama, Asisten III Pemerintah Kota Kendari sekaligus ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut, Makmur menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari sudah menyusun rangkaian semarak kemerdekaan RI dengan sejumlah kegiatan mulai dari tanggal 3-20 Agustus. Kegiatan akan dimulai dengan eksebisi lomba perahu tok-tok, zikir akbar, pertunjukan musik bambu dan ditutup dengan kemah eksekutif.
“12 Agustus kegiatan wisata pungut sampah di Teluk Kendari melibatkan sekitar lima ribu orang, tanggal 13 Agustus jalan sehat merdeka peserta sekitar 12 ribu orang,” jelasnya.
Pemerintah Kota Kendari juga melaksanakan kegiatan Jalan Sehat Merdeka dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT ke-78 RI yang diikuti sekitar 12.000 warga dan berjalan sejauh 3,2 KM yang dimulai dari Kantor Balaikota Kendari menuju Jalan Taman Suropati, Jalan Lawata, Jalan Saranani, Jalan Ahmad Yani dan finish di RTH Kali Kadia.
“Kegiatan hari ini dimaksudkan untuk memupuk rasa nasionalisme dan semangat patriotisme sebagai anak bangsa dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan yang ke-78,” ujarnya dalam kegiatan tersebut, Minggu, (13/8/2023).
Pemerintah Kota Kendari juga menggelar kegiatan gerak jalan indah yang diikuti 214 barisan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Kendari pada Senin, (14/8/2023).
Melalui kegiatan tersebut, Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu berharap di dalam diri peserta dapat terpatri, tertanam jiwa patriotisme dalam mengisi pembangunan dengan melaksanakan dan mengikuti seluruh pembelajaran di sekolah masing-masing,
“Kegiatan positif ini dapat kiranya terus ditingkatkan dalam rangka menciptakan kader atau sumberdaya manusia yang betul betul memiliki kualitas yang baik dalam rangka pembangunan di Kota Kendari,” ujarnya.
Untuk diketahui Gerak Jalan Indah mengambil star di depan Masjid Raya Al Kautsar dan berakhir di RTH Kali Kadia, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Pelaksanaan berbagai kegiatan HUT RI ke 78 di RTH Kali Kadia menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat untuk ikut memelihara kawasan tersebut sehingga dapat terus dimanfaatkan dengan optimal.
Selain RTH Kali Kadia, Pemerintah Kota Kendari juga akan melakukan penataan kembali pada RTH – RTH lain yang ada di Kota Kendari seperti Taman Kota (Tamkot), Taman Meohai (Taman Teratai) dan beberapa RTH lainnya sehingga dapat menambah keasrian dan keindahan Kota Kendari yang dapat dinikmati oleh seluruh pihak dan masyarakat. (ADV)






