Kendari, Radarsultra.co – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan Dessy Indah Rachmat sebagai Ketua Umum IPSI Sultra periode 2025–2029. Dessy terpilih secara aklamasi dalam forum yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (23/8/2025).
Dalam sambutannya, Dessy menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab kolektif untuk membawa pencak silat Sultra menuju prestasi yang lebih baik.
“Ini adalah kepercayaan bersama yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Insyaallah, di kepemimpinan saya, IPSI Sultra akan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Sebagai agenda awal pasca-Musprov, Dessy mengungkapkan bahwa IPSI Sultra akan langsung menggelar seleksi cabang olahraga pada Minggu (24/8/2025) mulai pukul 08.00 WITA. Seleksi ini dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk tim yang solid dan siap berprestasi.
“Harapan saya setelah terpilih tentu harus lebih baik dari sebelumnya. Target kita jelas, yaitu bisa meraih medali. Minimal dan maksimal harus ada hasil yang kita bawa pulang,” ungkapnya.
Dessy menjelaskan, IPSI Sultra saat ini tengah menyiapkan atlet untuk 8 cabang olahraga yang akan segera diikuti dalam waktu dekat. Persiapan matang, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung pencapaian prestasi maksimal.
Fokus pada Pembinaan dan Penguatan Organisasi
Selain menyiapkan atlet, Dessy menekankan pentingnya pembenahan di bidang administrasi dan tata kelola organisasi IPSI. Ia menilai kepengurusan harus lebih tertata, sistematis, dan profesional.
Kualitas pelatih juga menjadi perhatian utama. Dessy menargetkan agar para pelatih pencak silat di Sultra bisa memiliki sertifikasi resmi sebagai bentuk peningkatan kompetensi.
“Dengan adanya sertifikasi, para pelatih diharapkan bisa memberikan pelatihan yang lebih berkualitas,” tambahnya.
Ke depan, Dessy berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder olahraga, hingga masyarakat luas, demi memajukan pencak silat tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai identitas budaya yang harus terus dilestarikan.






