Soropia, Konawe, Radarsultra.co.id – Sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi pemerhati masyarakat Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan aksi unjuk rasa di depan Puskesmas Soropia untuk mengkritisi kinerja Kepala Puskesmas Soropia, Nur Ida, Amd. terkait mobil ambulan yang diduga telah beralih fungsi menjadi mobil pribadi.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi Muh Andi Irpandi dalam orasinya mewakili seluruh masa aksi mengatakan pihak Puskesmas Soropia tidak mensiagakan mobil ambulan 1×24 jam untuk masyarakat, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa karena terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Aksi unjuk rasa ini bermaksud untuk menunjukan sifat kekecewaan kami terhadap kepala Puskesmas Soropia yang tidak mensiagakan mobil ambulan 1X24 jam dan tidak menjadikan mobil ambulan sebagai milik pribadi, di karenakan mirisnya kejadian yang pernah di rasakan oleh masyarakat hingga berujung kematian ketika hendak di larikan ke Rumah Sakit (RS) umum dan RS daerah tapi malah tidak adanya mobil ambulance, itu tersebut di sebabkan adanya pengalian fungsional menjadi milik pribadi,” ujar Muh Andi Irpandi, Jumat, (3/11/2017).
Bukan hanya itu, masyarakat juga mengkritisi kinerja karyawan atau pegawai Puskesmas Soropia yang dinilai tidak efektif dalam melayani masyarakat.
Aksi unjuk rasa tersebut berlanjut hingga ke kantor Camat Soropia dengan tujuan untuk meminta kepada Camat Soropia untuk memediasi masa aksi agar bisa bertemu dan bermusyawarah bersama Kepala Puskesmas, Nur Ida terkait persoalan di Puskesmas Soropia yang sampai saat ini belum ada titik terang penyelesaiannya.
“Masyarakat sudah merasa di rugikan oleh pihak Kepala Puskesmas dengan kebijakan yang telah ia lakukan di masyarakat yang sampai saat ini tidak ada titik terang dalam penyelesain atas apa yang pernah masyarakat alami. Ini adalah pesoalan serius dan tidak bisa lagi di biarkan berlarut-larut sebelum ada lagi korban-korban berikutnya,” ungkapnya
Menyikapi persoalan tersebut, Masa aksi menuntut agar pihak puskesmas menyediakan rumah inap guna untuk mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa merasakan kesejahteraan dalam bentuk pelayanan kesehatan. (C)






