Kendari, Radarsultra.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Unggul Garuda yang berlokasi di Konawe Selatan, Senin (05/01/26). Antisipasi dilakukan dengan menyiapkan skema mitigasi apabila pembangunan gedung utama belum rampung saat tahun ajaran baru dimulai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan salah satu langkah strategis yang telah disiapkan adalah penyediaan sekolah transit agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami sudah mempersiapkan sekolah transit kalau gedungnya belum selesai. Ada sekolah transit yang kita siapkan, ini sekolahnya memang yang sesuai, paling tidak memenuhi standar-standar sekolah darurat,” ujar Prof. Aris Badara.
Selain kesiapan sarana pendukung, Dikbud Sultra juga menyiapkan sumber daya pengajar. Saat ini, Sulawesi Tenggara tercatat memiliki sekitar 60 guru yang telah mengantongi sertifikat Master Teacher.
Meski demikian, Prof. Aris menegaskan bahwa seluruh calon pengajar Sekolah Unggul Garuda tetap wajib mengikuti mekanisme seleksi yang ditetapkan secara nasional oleh pemerintah pusat.
“Nanti itu skema seleksi dari Sekolah Garuda akan punya skema tersendiri. Itu kan sekolah pusat memberikan ketentuan, kita mengikut saja. Kita mempersiapkan saja. Walaupun bukan Master Teacher tetap punya kesempatan ikut, namun saat ini kita memiliki 60 guru yang merupakan Master Teacher,” jelasnya.
Dikbud Sultra juga memberi perhatian pada kebutuhan guru kejuruan atau vokasi yang bersifat spesifik. Untuk itu, pihaknya menyiapkan skema kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU guna menyekolahkan guru-guru pada bidang yang dibutuhkan, baik untuk SMK maupun untuk Sekolah Unggul Garuda ke depan.
Dengan persiapan yang mencakup mitigasi infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, serta peningkatan kualifikasi guru, Dikbud Sultra optimistis Sekolah Unggul Garuda akan menjadi standar baru kualitas pendidikan di Bumi Anoa.






