1

Dari SPN ke Masyarakat: Polda Sultra Tekankan Pengabdian Kemanusiaan bagi Bintara Remaja Polri

Ketgam: Dari SPN ke Masyarakat: Polda Sultra Tekankan Pengabdian Kemanusiaan bagi Bintara Remaja Polri
1

Kendari, Radarsultra.co – Momentum pelantikan Bintara Remaja Polri menjadi penanda dimulainya fase pengabdian baru bagi generasi muda kepolisian di Sulawesi Tenggara.

Hal ini mengemuka dalam Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Polda Sulawesi Tenggara, Rabu (24/12/2025).

1

Upacara yang dirangkaikan dengan pelantikan Bintara Remaja Polri tersebut dipimpin langsung Kapolda Sultra Didik Agung Widjanarko dan dihadiri unsur pengawas internal, pejabat utama Polda Sultra, pimpinan SPN, tenaga pendidik, hingga perwakilan pemerintah daerah dan TNI.

Kehadiran orang tua para Bintara Remaja turut memperkuat makna transisi dari dunia pendidikan menuju pengabdian nyata di tengah masyarakat.

Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Chryshnanda Dwiklaksana yang dibacakan Kapolda Sultra, ditegaskan bahwa penutupan pendidikan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Sultra selama lima bulan.

BACA JUGA :  Polda Sultra Terima 83 Calon Taruna Akpol, Seleksi Berlangsung Transparan

Proses tersebut menjadi fondasi awal pembentukan karakter, disiplin, serta nilai-nilai dasar kepolisian.

Sebanyak 76 peserta didik yang sebelumnya dilantik sebagai siswa Diktuk Bintara Polri pada 30 Juli 2025, seluruhnya dinyatakan lulus dan resmi dilantik sebagai Bintara Remaja Polri pada 24 Desember 2025.

Kelulusan penuh ini mencerminkan kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan secara konsisten.

Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, Kapolda Sultra menekankan bahwa profesi kepolisian merupakan panggilan hidup yang menuntut integritas dan keteladanan.

BACA JUGA :  Transparansi dan Akuntabilitas, Polda Sultra Jalani Audit Tahap II dari Itwasum Polri

Setiap anggota Polri diharapkan mampu menempatkan diri sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pejuang kemanusiaan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Penekanan juga diberikan pada tanggung jawab moral para Bintara Remaja untuk menjaga nama baik lembaga pendidikan dan kehormatan institusi Polri.

Nilai-nilai yang ditanamkan selama pendidikan di SPN diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Dengan berakhirnya pendidikan pembentukan ini, Polda Sultra menaruh harapan agar para Bintara Remaja Polri mampu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pengabdian bagi kemanusiaan dan keteraturan sosial.***

1
1