Kendari, Radarsultra.co.id- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Prov. Sultra kembali diberi kepercayaan oleh Bawaslu RI dalam hal penyusunan modul pelanggaran pemilu untuk digunakan sebagai bahan bimtek yang akan dilaksakan se – Indonesia.
“Saya bersama empat Koordiv HPP dari Bawaslu provinsi lainnya diundang untuk membantu menyusun modul penanganan pelanggaran yang nantinya akan digunakan sebagai materi pegangangan bagi pelaksanaan bimtek kepada seluruh jajaran pengawas pemilu se-Indonesia. Adapun yang terlibat yakni,
koordinator divisi hukum, penindakan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa,” ungkap Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu dalam siaran pers, Sabtu (24/2/2018).
Saat ini, Bawaslu RI terus berupaya untuk mematangkan kompetensi/keahlian semua aparaturnya yang ada di seluruh Indonesia sehingga bisa menangani pelanggaran pemilu (pileg dan pilpres) secara baik, profesional dan terukur.
Hamiruddin menambahkan, terkait kepercayaan yang diberikan tidak terlepas dari doa dan kerjasama serta masyarakat Sultra yang hingga saat ini selalu memberi support dan kepercayaan kepada Bawaslu Sultra dan jajarannya bekerja menjalankan amanat UU pemilu di bumi Anoa Sulawesi Tenggara.
“Hal ini sudah mulai terlihat, contohnya pimpinan parpol se-Sultra hadir dan siap secara bersama-sama mendeklarasikan, menandatangani, untuk menolak dan melawan politik uang serta politisasi sara yang didorong oleh Bawaslu Sultra, dan hal tersebut terjadi di semua kab/kota se-sultra. Kemudian adanya gerakan dan komitmen bersama paslon dan tim sukses untuk melaksanakan kampanye damai dan anti hoax,” tambahnya.
Selain itu, juga adanya launching rumah baruga oleh Polda, KPU dan Bawaslu Sultra serta elemen lain yang ada di Sultra bertujuan sama memastikan pelaksanaan pemilu terlaksana secara demokratis, sesuai aturan dan kondusif, serta sejumlah hal lain yang telah digalang secara suka rela oleh elemen masyarakat Sultra.
“Seperti KIPP dan satgas anti politik uang yang terjadi di Muna Barat, serta komitmen kawan-kawan perguruan tinggi dan Pers mengawal pemilu di Sultra agar terlaksana secara demokratis dan ini menjadi kebanggaan kita semua,” tuturnya.
Hamiruddin berharap ke depan, Sultra bisa lebih cepat membangun konsolidasi demokrasi yang matang dibandingkan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.






