TK Kuncup Pertiwi Kendari Ajak Anak Mengenal Pertanian Sejak Dini di Kebun UHO

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini melalui pembelajaran langsung di lingkungan kebun.

1
1

Kendari, radarsultra.co – Siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Kuncup Pertiwi Kendari mengikuti kegiatan outing class edukasi pertanian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini melalui pembelajaran langsung di lingkungan kebun. Para siswa didampingi Kepala TK Kuncup Pertiwi Kendari, Nurmillah, S.Pd., M.Pd., bersama para guru.

1
Siswa siswi TK kuncup Pertiwi doa bersama sebelum ke Fakultas Pertanian UHO

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai cara menanam tanaman, pentingnya menghargai pekerjaan petani, serta pengenalan metode budidaya tanaman menggunakan media tanah dan air.

Kepala TK Kuncup Pertiwi Kendari, Nurmillah, menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Pertanian UHO yang telah menerima dan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar secara langsung tentang pertanian.

“Atas nama penanggung jawab, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Fakultas Pertanian yang telah menerima kami bersama anak-anak untuk melaksanakan edukasi tentang pertanian,” ujar Nurmillah.

Kunjungan ke kebun Hidroponik Fakultas Pertanian UHO
Kunjugan ke kebun Tanaman hidroponik Fakultas Pertanian UHO

Ia menjelaskan, kegiatan outing class menjadi sarana pembelajaran di luar kelas agar anak-anak memperoleh pengalaman baru melalui pengamatan dan praktik langsung.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Rektor Terpilih Universitas Halu Oleo Prof. Armid Meninggal Dunia

Nurmillah juga mengingatkan para siswa agar menghargai pekerjaan petani yang harus bekerja di bawah terik matahari maupun saat hujan. Menurutnya, pekerjaan petani memiliki peran penting dalam menyediakan bahan pangan bagi masyarakat.

“Petani itu bekerja di bawah terik matahari, kalau hujan kehujanan, dan mereka beraktivitas dengan tanah. Karena itu, kita harus menghargai pekerjaan petani,” pesannya kepada anak-anak.

Kunjunagn ke kenun tanaman Hidroponik Fakultan Pertanian UHO

Selain mengenalkan profesi petani, Nurmillah mengingatkan para siswa untuk menjaga tanaman dan kebersihan lingkungan selama mengikuti kegiatan. Anak-anak diminta tidak merusak tanaman serta tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian UHO sekaligus Kepala Kebun Percobaan, Dr. Nur Asyik, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa lokasi yang dikunjungi merupakan salah satu area kebun percobaan yang dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum mahasiswa dan penelitian dosen.

Ia menyebutkan, kebun percobaan di lokasi tersebut memiliki luas sekitar tiga hektare, sedangkan area lainnya mencapai sekitar lima hektare. Dengan demikian, total luas lahan yang dikelola mencapai kurang lebih delapan hektare.

BACA JUGA :  Pembayaran UKT UHO Diperpanjang Hingga 3 Agustus 2017

Di lokasi tersebut, anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan, termasuk kangkung dan bayam. Area kebun dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan di bidang pertanian.

Nur Asyik menjelaskan bahwa pertanian tidak selalu harus dilakukan dengan menggunakan tanah. Seiring perkembangan teknologi, budidaya tanaman juga dapat dilakukan dengan metode hidroponik, yakni teknik menanam menggunakan air sebagai media utama penyedia unsur hara bagi tanaman.

“Pertanian ini tidak harus selalu menggunakan tanah atau mengolah tanah. Sekarang ada juga yang dikembangkan tanpa menggunakan tanah, yaitu dengan media air,” jelasnya.

Melalui kegiatan outing class ini, TK Kuncup Pertiwi Kendari berharap para siswa dapat mengenal pertanian secara lebih dekat, memahami pentingnya peran petani, serta menumbuhkan kepedulian terhadap tanaman dan lingkungan sejak usia dini.

Pembelajaran langsung di kebun diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya pengetahuan anak-anak tentang alam dan proses tumbuhnya tanaman.

1
1