1

Tips Aman Berkendara Saat Hujan Abu Vulkanik

**
1
1

Makassar, Radarsultra.co – Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko saat berkendara. Partikel abu berpotensi mengganggu pandangan dan kondisi kendaraan sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan perlengkapan yang sesuai, serta menjaga fokus selama perjalanan.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda berkendara hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan terbaik. Namun, bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, sejumlah hal perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan.

1

Persiapkan Diri dan Kendaraan

Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap. Gunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi wajah dan mata. Masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan juga dapat digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap iritasi mata akibat paparan abu.

Kondisi visor helm turut perlu diperhatikan. Abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Hindari membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu dapat berpotensi menggores permukaannya dan semakin mengganggu visibilitas.

Kondisi kendaraan juga harus diperiksa sebelum perjalanan. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta mesin dalam kondisi baik.

Komponen kendaraan yang berfungsi sebagai penyaring udara juga perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.

BACA JUGA :  Inspirasi Pelajar Indonesia, 15 Pelajar dari Area Pamasuka, Melaju ke Babak Final Telkomsel Jaga Cita di Makassar

Pengendara juga disarankan memantau informasi resmi terkait aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan penutupan jalan sebelum memulai perjalanan.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak

Ketika melintasi wilayah yang terdampak hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terlebih ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.

Hindari manuver secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan halus dan tingkatkan perhatian terhadap kondisi jalan serta lalu lintas di depan. Jarak aman dengan kendaraan lain juga perlu diperlebar untuk memberikan waktu antisipasi yang lebih baik.

Jangan Memaksakan Diri

Apabila hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, tetap jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari lokasi yang aman untuk menepi.

Selama abu masih pekat, pengendara juga disarankan tidak membuka visor helm untuk menghindari paparan langsung terhadap mata dan wajah.

Periksa Kendaraan Setelah Terpapar Abu

Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah perjalanan selesai. Sejumlah bagian perlu diperiksa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik, di antaranya filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.

BACA JUGA :  Sambut Momen RAFI 2023, Telkomsel Rilis Berbagai Produk dan Layanan Digital Terkini

Jika ditemukan penurunan performa, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Pada bagian bodi kendaraan, hindari menggosok permukaan ketika masih kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati agar partikel abu yang bersifat abrasif tidak menyebabkan goresan pada permukaan kendaraan.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika menghadapi hujan abu vulkanik.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.

Intinya, keselamatan harus menjadi prioritas ketika berkendara di tengah hujan abu vulkanik. Pengendara perlu memprediksi potensi bahaya sedini mungkin agar dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi menjadi lebih berisiko.

1
1