1

Setelah Menimbah Ilmu di Tiongkok, Puluhan Karyawan PT. VDNI Paham Soal Pengoperasian Smelter

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Setelah menjalani pendidikan pertambangan di negeri Tiongkok akhirnya para karyawan PT. Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) kembali ke tanah air dengan membawa ilmu dan pengetahuan baru terkait Pertambangan.

1

Sebanyak 46 karyawan PT. VDNI yang diberangkatkan ke negeri tirai bambu pada awal Mei 2018 lalu mengaku telah mendapatkan banyak tambahan ilmu pengetahuan mengenai Pertambangan dan Pengoperasian Smelter.

Salah satunya adalah Risal yang juga diberangkatkan ke Tiongkok kala itu, menurutnya, selama 1 tahun berada di negeri Tiongkok, para karyawan PT. VDNI benar-benar dididik. Bukan hanya belajar ilmu smelter, mereka juga mempelajari bahasa Mandarin.

“Setelah kami pelajari tentang smelter dan stainless steel sekarang kami sudah paham dan mengerti bagaimana pengoperasiannya, saya juga sekarang sudah bisa berbahasa Mandarin,” kata Risal, Sabtu, (11/05/2019).

BACA JUGA :  RUPS Bank Sultra Tahun 2021, Wali Kota Kendari Beri Dukungan Penuh

Risal juga mengatakan bahwa sebelum menimba ilmu ke negeri Cina ia memang sudah bekerja pada PT.VDNI, namun belum begitu paham tentanf pengoperasian smelter itu sendiri dan manfaat nikel bagi perkembangan industri dunia.

Berkat program dari PT. VDNI tersebut, Ia bersama puluhan karyawan lainnya saat ini mengerti betapa pentingnya bahan baku nikel dalam perkembangan industri dunia.

“Jauh berbeda pemahaman saya sebelum dan setelah saya belajar di sana (Tiongkok),” lanjutnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan karena sudah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memperkaya ilmu pengetahuannya.

Sementara itu, HRD Manager Pusat PT VDNI, Arys Nirwana mengatakan, selama berada di Cina, puluhan karyawan tersebut dibagi dalam dua tahap.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Selatan Resmikan Pabrik Penggilingan Padi Modern di Desa Puunangga

“Jadi mereka belajar selama enam bulan di kelas dan enam bulan di lapangan, jadi tidak hanya teori tetapi langsung praktek,” ucapnya.

Dikatakannya, 46 karyawan yang diberangkatkan pada gelombang pertama itu khusus mempelajari tentang control room dan smelter. Sedangkan pada gelombang kedua sebanyak 30 orang diberangkatkan khusus mempelajari tentang pembangkit listrik. Dan diperkirakan 30 karyawan pada gelombang kedua akan kembali ke tanah air pada September 2019.

“Pasca menimba ilmu di Tiongkok, pihak perusahaan akan mempertimbangkan terkait besaran gaji. Seiring dengan waktu tugas dan tanggung jawab pekerjaan akan dievaluasi, gaji akan mengikuti,” tambahnya.

1
1