Kendari, Radarsultra.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta rombongan dalam rangka Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur di Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jawa Timur merupakan kehormatan sekaligus peluang strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi antardaerah. Rabu (19/11/2025).
Menurut ASR, Sulawesi Tenggara bangga menjadi salah satu wilayah mitra dalam pengembangan perdagangan, baik komoditas unggulan, produk industri, hingga penguatan rantai pasok lintas daerah. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan misi pembangunan daerah tahun 2025 yang menitikberatkan pada konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan optimalisasi potensi sektor pertanian, perikanan, industri, serta dunia usaha.
Ia menekankan bahwa misi dagang bukan sekadar agenda pertemuan bisnis, tetapi momentum memperkuat jejaring pelaku usaha dari kedua provinsi.
“Kegiatan ini menjadi ajang untuk menjalin kemitraan bisnis, promosi produk, sekaligus membuka peluang investasi di berbagai sektor unggulan Sulawesi Tenggara,” kata ASR.
Meski baru berlangsung satu hari, misi dagang telah mencatat transaksi sekitar Rp800 juta. Nilai ini menunjukkan besarnya minat pelaku usaha dan potensi pertumbuhan kerja sama ekonomi jika kegiatan serupa dilakukan secara rutin. Andi optimistis kegiatan ini dapat berkontribusi langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam paparannya, Andi juga menyinggung kondisi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang menunjukkan tren positif. Hingga triwulan III 2025, ekonomi Sultra tumbuh 5,9 persen, ditopang sektor industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga. Secara year-on-year, pertumbuhan mencapai 5,65 persen dengan ekspor barang dan jasa sebagai penggerak utama.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mengapresiasi antusiasme pelaku usaha Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan bahwa misi dagang bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah konkret memperkuat jejaring ekonomi antarprovinsi.
“Pertemuan seperti ini bukan hanya soal transaksi, tapi membangun mutual trust dan mutual respect. Ini cara kita merajut kekuatan ekonomi Nusantara,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan bahwa tindak lanjut teknis antar-dinas menjadi aspek penting untuk memastikan kerja sama berjalan efektif, terutama pada sektor strategis seperti perikanan, peternakan, dan industri kecil menengah. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank Jatim dan Bank Sultra untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha di dua provinsi.
ASR menegaskan bahwa era ekonomi saat ini menuntut kolaborasi, bukan sekadar kompetisi. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha besar, dan UMKM akan membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat jaringan permodalan, dan menciptakan peluang investasi baru.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyepakati kerja sama lanjutan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan UMKM. ASR meminta seluruh OPD serta organisasi pelaku usaha untuk segera menindaklanjuti berbagai bentuk kolaborasi tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
ASR menutup sambutan dengan menegaskan komitmen Pemprov Sultra untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Jawa Timur. Sinergi kedua wilayah diyakini tidak hanya memperkuat perdagangan antar daerah, tetapi juga membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.






