1

BI Paparkan Kinerja dan Tantangan Ekonomi Sultra

*Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra) Tahun 2025 dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (KPwBI Sultra).
1

Kendari, Radarsultra.co – Bank Indonesia (BI) memaparkan kondisi terkini perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) beserta tantangan yang harus diantisipasi pada tahun mendatang melalui gelaran Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sultra 2025. Pada kesempatan tersebut, BI menegaskan bahwa Sultra masih berada pada jalur pertumbuhan positif meski risiko global tetap tinggi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thathit Suryono, menjelaskan bahwa ekonomi global sepanjang 2025 masih dibayangi ketidakpastian akibat tensi geopolitik dan gangguan rantai pasok. Kebijakan tarif dagang Amerika Serikat turut menekan aktivitas ekonomi negara mitra Indonesia dan berimbas pada prospek ekspor nasional.

1

“Ketidakpastian global masih tinggi. Tekanan terhadap konsumsi rumah tangga dan meningkatnya pengangguran di beberapa negara mitra berdampak pada prospek ekspor,” ujar Thathit saat menyampaikan outlook ekonomi pada PTBI yang digelar secara hybrid di Aula Wakatobi KPwBI Sultra.

BACA JUGA :  Gandeng Pemkot Kendari, BI Kpw Sultra Luncurkan Program Mas Kendari

Meski tekanan eksternal belum mereda, sejumlah kawasan seperti Eropa mencatatkan pertumbuhan di atas ekspektasi berkat membaiknya konsumsi dan investasi. Proyeksi IMF, World Bank, dan BI menunjukkan ekonomi global pada 2025 berada pada kisaran 2,3–3,2 persen.

Pada tingkat nasional, BI menilai perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan ditopang konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta peningkatan ekspor dan jasa. Inflasi nasional tetap terkendali, sementara imported inflation berada dalam batas sasaran. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,7–5,5 persen dan berpotensi meningkat pada 2026 seiring kuatnya sinergi kebijakan fiskal–moneter serta proyek strategis pemerintah.

Sementara itu, di tingkat regional, ekonomi Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tumbuh 4,96 persen (yoy) pada Triwulan III 2025. Sulawesi Tenggara tampil lebih kuat dengan pertumbuhan 5,65 persen (yoy), melampaui kinerja nasional sebesar 5,04 persen. BI mencatat pertumbuhan ini ditopang industri pengolahan berbasis ekspor, konsumsi rumah tangga, serta pesatnya digitalisasi sistem pembayaran. Sepanjang 2025, transaksi QRIS di Sultra mencapai 23,29 juta kali.

BACA JUGA :  Kalla Toyota Raih Prestasi di RKIM dan RDP 2025

Untuk tahun 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sultra meningkat didorong oleh ekspansi sektor pertanian melalui ekstensifikasi lahan, peningkatan kapasitas industri logam dasar dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta berlanjutnya pembangunan kawasan industri strategis. Namun BI mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi tekanan inflasi.

“Risiko inflasi tetap perlu diantisipasi melalui sinergi kebijakan antarpemangku kepentingan,” kata Thathit.

BI menegaskan komitmennya memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, dan mendukung langkah menuju Indonesia Emas 2045.

1
1