Kolaka, Radarsultra.co – Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (FPPP) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Inovasi, Teknologi, Industri, dan Pemberdayaan Ekonomi Agromaritim Berkelanjutan (SINERGI 2026) dengan melibatkan 200 peserta secara hybrid, Rabu (21/10/26).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, tersebut mengangkat tema “Membangun Ekosistem Agromaritim: Sinergi Teknologi, Industri, Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, dan Keberlanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Seminar nasional ini menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia industri, dan masyarakat untuk memperkuat pengembangan ekosistem agromaritim yang inovatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ir. Hugua, M.Ling., Rektor USN Kolaka, Dr. Syarifuddin Tundreng, S.S., M.Pd., serta Bupati Kolaka yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., M.M.
Turut hadir pimpinan PT Ceria Nugraha Indotama, General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBM Nikel Pomalaa, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Kabupaten Kolaka, serta civitas akademika FPPP USN Kolaka.
Dekan FPPP USN Kolaka, Dr. Marlina Mustafa, S.P., M.P., mengatakan SINERGI 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kolaborasi pengembangan sektor agromaritim.
“Pengembangan ekosistem agromaritim membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi teknologi, penelitian, dan pemberdayaan ekonomi rakyat agar potensi agromaritim dapat dikembangkan secara inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hadirkan Tiga Pakar Nasional
Dalam pelaksanaannya, SINERGI 2026 menghadirkan tiga narasumber utama (keynote speaker) yang memiliki kepakaran di bidang perubahan iklim, modernisasi pertanian, dan kebijakan ekonomi.
Ketiga narasumber tersebut yakni Dr. Ir. Muhammad Rijal Idrus, M.Sc., Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin; Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan; serta Irwanda Wisnu Wardhana, S.ST., M.P.P., Ph.D., pakar kebijakan ekonomi.
Ketiganya memberikan perspektif keilmuan mengenai pentingnya transformasi sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan kelautan melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi masyarakat, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan agromaritim yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri
Keterlibatan pemerintah daerah dan dunia industri menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan SINERGI 2026.
Partisipasi PT Ceria Nugraha Indotama dan PT ANTAM UBM Nikel Pomalaa memperkuat ruang kolaborasi antara sektor industri dan pengembangan agromaritim.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan praktik pembangunan yang memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Marlina menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghubungkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri menjadi penting agar hasil penelitian dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas,” katanya.
Melalui forum tersebut, FPPP USN Kolaka juga mendorong penguatan jejaring kerja sama lintas sektor, pengembangan inovasi tepat guna, serta berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Penyelenggaraan SINERGI 2026 menjadi bagian dari komitmen FPPP USN Kolaka dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Melalui sinergi ilmu pengetahuan, kebijakan pemerintah, inovasi industri, dan kekuatan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor agromaritim diharapkan semakin berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional menuju Indonesia Emas 2045.









