Kendari, Radarsultra.co – Sebanyak 677 warga Kelurahan Baruga, Kota Kendari, menerima bantuan beras yang disalurkan Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra). Total bantuan yang diberikan mencapai 20.310 kilogram atau sekitar 20,3 ton beras.
Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan anggota Komisi IV DPR RI daerah pemilihan Sultra, Jaelani, yang akrab disapa Bang Jay, bersama Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra Erdi Baskoro serta jajaran Pemerintah Kota Kendari.
Erdi mengatakan, penyaluran di Kelurahan Baruga merupakan bagian dari program bantuan beras yang tengah dilakukan Bulog di sejumlah wilayah Kota Kendari.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan penyaluran bantuan beras. Kegiatan ini juga disaksikan oleh anggota Komisi IV DPR RI, Pak Jaelani atau yang biasa dikenal dengan Bang Jay,” ujar Erdi.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan di Kelurahan Baruga mencapai 677 orang. Masing-masing penerima mendapatkan alokasi beras sehingga total yang disalurkan di wilayah tersebut mencapai 20,3 ton.
Sementara itu, cakupan penyaluran di Kota Kendari jauh lebih besar. Bulog mengalokasikan bantuan beras untuk 27.660 penerima dengan total bantuan mencapai 829.800 kilogram atau sekitar 829,8 ton.
Erdi menyebut proses distribusi masih berlangsung. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan beras di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada akhir September.
Di tengah proses distribusi, Bulog Sultra juga memastikan kondisi stok beras masih aman. Erdi meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena persediaan beras yang dikuasai Bulog masih mencukupi.
“Stok beras Bulog aman. Saat ini persediaan yang kita miliki masih sekitar 95 ribu ton dan penyerapan gabah dari petani juga terus dilakukan seiring dengan berlangsungnya panen di Konawe, Konawe Selatan, Bombana maupun Kolaka,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan, Bulog terus memperkuat penyerapan hasil panen petani di Sultra. Hingga kini, realisasi penyerapan gabah telah mencapai 174.527.214 kilogram atau sekitar 174 ribu ton.
Angka tersebut setara dengan sekitar 75 persen dari target penyerapan Bulog Sultra yang ditetapkan sebesar 233 ribu ton.
Erdi optimistis target penyerapan tersebut dapat tercapai hingga penghujung tahun. Menurutnya, penyerapan hasil panen petani menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Insyaallah, sampai akhir tahun target penyerapan tersebut dapat mencapai 100 persen. Kami berharap seluruh hasil panen petani dapat terus terserap sehingga ketersediaan beras tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.






