Kendari, Radarsultra.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah memanfaatkan lahan sawah yang dicetak pada tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Nasir menjelaskan, luas sawah fungsional yang dicetak sampai saat ini ada sekitar 132 ribu hektar. Dimana, sekitar 12 ribu hektar dicetak pada tiga tahun terakhir yakni 2015, 2016, dan 2017.
Untuk tahun ini 2018, pihaknya melakukan moratorium program pencetakan sawah. Sebab, ia menginginkan pengoptimalan lahan yang sudah ada dulu.
Apalagi, lanjut Nasir, persoalan budaya dan kultur masyarakat Sultra ketika ada lahan terlalu banyak tersedia, maka hanya sebagian yang diolah oleh petani.
“Berbeda dengan petani di Jawa, di sana petani banyak namun lahannya kurang, kita disini tidak, lahan banyak, petani yang kurang,” kata Nasir, Jumat (19/10/2018).
Jika lahan yang sudah dicetak tidak dimanfaatkan saat ini, pihaknya takut lahan itu akan menjadi hutan ringan. Sehingga, untuk mengantisipasinya, tahun ini Distanak akan optimalkan lahan-lahan yang sudah tercetak dan berfungsi selama ini.
Kendati demikian, tahun ini pihaknya hanya melakukan persiapan untuk pencetakan sawah pada 2019. Salah satu persiapan untuk cetak sawah tahun 2019, Distanak akan menambah SID (survei investigasi desain) sekitar 5 ribu hektar.
Laporan: Robiah Adawiah






