Kendari, Radarsultra.co — Guru-guru MAN 1 Kendari mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Evaluasi Soal dan Pengembangan Media Pembelajaran yang dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di Aula MAN 1 Kendari. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala MAN 1 Kendari dan mendapat respons positif dari para guru peserta pelatihan.
Pelatihan menghadirkan Prof. Alberth, S.Pd., M.A., Ph.D. dan tim sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, para guru memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung tugas profesional guru, khususnya dalam mengevaluasi soal dan mengembangkan media pembelajaran.
Salah satu fokus utama pelatihan adalah penggunaan AI untuk memeriksa dan mengevaluasi kualitas soal, baik soal objektif maupun soal subjektif. Para guru dilatih menggunakan AI untuk menelaah kejelasan bahasa, ketepatan konstruksi soal, kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran, kualitas pilihan jawaban, serta kemungkinan perbaikan terhadap soal yang telah disusun.
Dalam pemaparannya, Prof. Alberth menekankan pentingnya penguasaan prompt yang efektif agar AI dapat dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, kualitas instruksi yang diberikan kepada AI sangat menentukan kualitas hasil yang diperoleh. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan menyusun prompt yang jelas, spesifik, dan sesuai dengan tujuan evaluasi.
“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat bagi guru, tetapi penggunaannya harus tetap diarahkan oleh guru. Prompt yang tepat akan membantu AI memberikan hasil yang lebih relevan dan dapat digunakan untuk mendukung proses pemeriksaan serta perbaikan soal,” jelas Prof Albert, Senin (15/6/2026).
Pemanfaatan AI dalam evaluasi soal diharapkan dapat membantu guru bekerja secara lebih efektif dan efisien. Namun, guru tetap memiliki peran utama dalam melakukan verifikasi dan menentukan keputusan akhir. AI digunakan sebagai alat bantu untuk memberikan masukan, sementara pertimbangan profesional tetap berada pada guru.
Prof. Alberth juga menegaskan bahwa kemampuan menggunakan AI secara tepat merupakan salah satu kebutuhan guru di era kecerdasan buatan. Penguasaan teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan efisiensi kerja, tetapi juga dengan upaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Selain evaluasi soal, para peserta juga berlatih mengembangkan media pembelajaran menggunakan AI. Guru-guru mempraktikkan pemanfaatan AI untuk membantu menghasilkan dan mengembangkan berbagai bahan serta media pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran.
Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi langsung. Dalam sesi demonstrasi, pemateri memperlihatkan secara langsung tahapan penggunaan AI, mulai dari penyusunan prompt hingga pemanfaatan hasil yang dihasilkan AI untuk evaluasi soal dan pengembangan media pembelajaran. Proses tersebut turut disaksikan langsung oleh Kepala MAN 1 Kendari.
Para guru memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dan evaluasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MAN 1 Kendari semakin siap menghadapi transformasi pendidikan di era AI. Pemanfaatan kecerdasan buatan secara kritis, efektif, dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat profesionalisme guru.***






