1

KJ3: Pengembangan Pariwisata Tidak Lepas dari Dukungan Pelaku UKM

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Sebagai salah satu komunitas Jurnalis yang berkomitmen untuk membangun Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui sektor pariwisata, Komunitas Jurnalis Jalan-Jalan (KJ3) menyikapi keputusan Pemprov Sultra yang akan menertibkan pedagang yang berada di dalam kawasan EKS MTQ Kendari menjelang pelaksanaan event Hallo Sultra 2018.

Public Relation (PR) KJ3 Ifal Chandra Moluse, SH

Publik Relation (PR) KJ3, Ifal Chandra Moluse, SH mengatakan, posisi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga ikut andil dalam pengembangan pariwisata, maka dari itu, pihaknya sangat menyayangkan sikap dari Pemprov Sultra yang akan menyingkirkan pelaku UKM yang berada di dalam kawasan Eks MTQ.

1

“Bicara tentang pengembangan pariwisata tidak lepas dari dukungan pelaku UKM. Kami heran dan menyayangkan terhadap kebijakan Pemprov Sultra, buat event Hallo Sultra dalam rangka HUT Sultra tapi menggusur usaha pelaku UKM, kata Ifal Candra, Jumat, (13/4/2018).

Bukan hanya Pemprov Sultra, Ifal juga menyoroti sikap Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra yang gaweannya membina pelaku ekonomi kreatif namun terkesan melakukan pembiaran penggusuran yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sultra.

BACA JUGA :  Resmi Dikukuhkan, Ali Mazi Harap RKM Sultra Dapat Dukung Kemajuan Daerah

“KJ3 tidak bisa mengerti pola pembinaan UKM yang diterapkan oleh Pemprov Sultra. Ada kesan kalau event Hallo Sultra digelar, selalu pelaku UKM terpinggirkan. Mereka disudutkan, mereka digusur sesuka pejabat,” lanjut Ifal.

Tahun 2017 lalu, usai digelar event Hallo Sultra, mantan Gubernur Sultra Nur Alam, memberikan ruang kepada pelaku UKM untuk memanfaatkan stand pameran sebagai tempat untuk berusaha. Maka ramai-ramailah pelaku UKM memanfaatkan stand tersebut.

“Setelah stand tersebut digunakan dengan baik, sekarang malah mau digusur. Ini namanya tidak ada kepastian yang diberikan Pemprov Sultra. Pemprov perlu tahu, pelaku UKM yang berada di MTQ itu tidak ada yang gratis. Mereka membayar. Hanya ini yang perlu ditelusuri, apakah masuk PAD atau menguap,” jelas Ifal.

BACA JUGA :  Event Honda Sport Motoshow Kendari Hadirkan Berbagai Promo Dan Kompetisi Menarik

Ifal juga menambahkan, terkait target Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendatangkan seratus ribu wisatawan dalam event Hallo Sultra, harus diperjelas.

“Saya kira buatlah target yang realistis. Kalau menampilkan artis nasional, lalu  mendatangkan penonton yang banyak, ini kemudian diklaim banyak wisawatan domestik, sebenarnya bukan semacam ini yang diharapkan, ” katanya.

Selain itu, KJ3 juga menyoroti event Hallo Sultra yang identik dengan panggung artis nasional. Anggaran besar dialokasikan lebih banyak disedot oleh talent grup band papan atas nasional. Sementara ruang pementasan seni dan budaya Sultra, terbilang sempit.

Untuk itu, KJ3 berharap kepada Pemprov Sultra, bahwa perayaan HUT Sultra mulai 23 sampai 27 April 2018, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sultra. Bukan dinikmati segelintir atau sekelompok orang saja. (B)

1
1