1

PT GKP Dorong Percepatan Pemulihan Air Bersih di Roko-roko

Terkendala Cuaca, PT GKP TerusDorong Percepatan Pemulihan Air Bersih

PT GKP Dorong Percepatan Pemulihan Air Bersih di Roko-roko
1

Wawonii, Radarsultra.co – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) membantah tuduhan bahwa aktivitas pertambangan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) sebagai penyebab utama keruhnya sumber mata air di Roko-Roko.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan dengan melibatkan ahli hidrologi dan pemerintah setempat serta masyarakat desa, didapati bahwa sumber utama keruhnya air karena adanya peningkatan curah hujan di Kabupaten Konawe Kepulauan, yang tengah dalam fase peralihan musim.

1

“Memang masalah air ini adalah masalah yang sangat vital, sehingga kita perlu melakukan antisipasi dan mencari jalan alternatif agar kebutuhan air bersih warga tidak kekurangan,” Kata Samaga, Kepala Desa Sukarela Jaya yang turut ikut dalam berbagai upaya pemulihan air bersih. Selasa (11/7/2023).

Lebih lanjut Samaga menjelaskan, dengan berbagai upaya yang dilakukan bersama perusahaan, kebutuhan air bersih masyarakat sudah bisa terpenuhi.

Perusahaan telah membantu melalui penyediaan water truck dengan kapasitas 5.000 dan 8.000 Liter untuk mennyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga, pembuatan sumur bor dan tendon penampungan air bersama warga.

Pihak perusahaan bersama dengan masyarakat juga mencari sumber air alternatif agar bila hujan seperti ini terjadi lagi, selalu ada sumber air alternatif.

BACA JUGA :  Sulkarnain: Kondisi Aqila dan Azila Menggembirakan

Dia juga menghimbau semua pihak untuk tetap tenang dan bijak menanggapi berbagai informasi yang beredar.

Kondisi air konsumsi dan air sungai di Wawonii Tenggara perlahan sudah mulai membaik.

Namun, proses perbaikan dan mitigasi masih terus berjalan hingga sekarang. Apalagi, musim hujan di Pulau Wawonii, terbilang cukup panjang.

Biasanya, musim hujan mulai datang sejak bulan Mei sampai akhir Agustus. Karenanya, upaya mitigasi, belum berhenti dan terus dilakukan.

Penegasan serupa juga disampaikan oleh Camat Wawonii Tenggara, Iskandar, S.Pd.

“Itu tidak benar, tidak terjadi (pencemaran). Saya selalu memantau di seluruh wilayah Wawonii Tenggara di mana tambang itu ada, air itu tidak berubah. Jika pencemaran itu terjadi, pasti saya sendiri yang langsung mengkritisi pihak perusahaan karena konsumsi masyarakat di sini sepenuhnya berasal dari sungai-sungai kecil dan besar,” ujar Iskandar.

Lebih jauh ia menegaskan, saat musim hujan datang, wajar jika air keruh karena tercampur dengan aliran air dari permukaan tanah.

Menurut Iskandar, sebelum ada tambang pun kondisi air di Roko-roko sudah seperti itu. Namun, ketika hujan sudah reda, sungai akan kembali jernih.

BACA JUGA :  PT GKP Tegaskan Operasi Taat Hukum, Bantah Tuduhan Penerobosan Lahan Warga

Karena hal tersebut, ia tidak membenarkan rumor terkait adanya pencemaran lingkungan karena aktivitas PT.GKP.

Apresiasi terhadap langkah cepat PT GKP dalam menangani persoalan air bersih yang dialami warga dua desa di Roko-Roko Raya ini juga disampaikan Wakil Bupati Konawe Kepualauan, Andi Muhammad Luthfi.

Menurut dia, hal ini membuktikan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

“Kita mengapresiasi atas apa yang dilakukan perusahaan. Menangani persoalan yang sedang dihadapi, sekaligus juga melakukan antisipasi dan mitigasi untuk jangka panjang,” ujar Wakil Bupati.

Dalam menghadapi tudingan pencemaran sumber mata air di Roko-Roko, PT GKP dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengklarifikasi bahwa keruhnya air disebabkan oleh peningkatan curah hujan yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Perusahaan bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat desa telah melakukan upaya pemulihan air bersih, termasuk penyediaan air melalui water truck, pembuatan sumur bor, dan pencarian sumber air alternatif.

Meskipun kondisi air konsumsi dan air sungai di Wawonii Tenggara perlahan membaik, upaya mitigasi dan perbaikan terus dilakukan mengingat musim hujan yang masih berlangsung.*

1
1