Jakarta, Radarsultra.co.id – Pasca serangan teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya Provinsi Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghimbau agar para pelaku pasar modal tetap beraktifitas dengan normal.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, sebagai wujud keprihatinan BEI terhadap teror yang terjadi di Surabaya tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh self-regulatory organization (SRO) dan anak perusahaan agar mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan.
“Kami semua sangat prihatin atas kejadian ini” tegasnya dalam rilis berita BEI, Senin, (14/5).
Pada saat terjadinya teror, lanjut Tito, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.
“Koreksi IHSG tersebut hanya bersifat sementara, sebab, pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen” ujarnya.
Tito juga menghimbau kepada para investor dan seluruh pelaku pasar modal agar tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.
“Teror bom di Surabaya ini juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktifitas di pasar modal” ungkapnya.
Secara fundamental, perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017 dan selain itu, kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun atau meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan 2017 serta frekuensi harian sebesar 387 ribu atau meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017. (B)






