1

Kehadiran Indomaret Menjadi Ancaman di Kota Kendari???

Bidang X Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, Hendrawan.
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Minimarket Indomaret saat ini mulai menjamur di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kehadirannyapun mulai membuat resah para pelaku usaha retail lokal di ibukota Provinsi tersebut.

Bidang X Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, Hendrawan.

Indomaret merupakan Minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dengan merk dagang yang dimiliki oleh PT. Indomarco Prismatama untuk kebutuhan sehari-hari.

1

Menanggapi fenomena hadirnya Indomaret tersebut, Bidang X Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, Hendrawan akhirnya angkat bicara.

Menurutnya, sejumlah pelaku usaha lokal dipastikan akan gulung tikar, jika pemerintah kota (Pemkot) Kendari tidak segera mengambil sikap terhadap hal tersebut, untuk membatasi hadirnya gerai-gerai baru usaha franchise.

Hendrawan juga menjelaskan, bahwa sistem pasar yang dilakukan Indomaret memang terkesan membunuh kelangsungan usaha lokal yang ada disekitarnya. Sehingga bisa dipastikan, pelaku usaha lokal di bidang retail akan merasakan dampak yang begitu besar, mulai dari merugi hingga berujung pada penutupan usaha karena tak mampu berkembang.

Menurutnya, pelaku usaha lokal bisa berkompetisi dalam pengembangan usaha retailnya apabila pemerintah bisa melakukan pembatasan jumlah gerai Indomaret. Tapi, jika dibiarkan brand waralaba tersebut dengan bebasnya menjamur, maka pemerintah tidak lagi pro kepada pengusaha lokal.

BACA JUGA :  Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Sultra

“Kalau dengan jumlah yang ada saat ini sih pengsuaha lokal masih bisa dan mampu berkompetisi. Tapi, jika dibiarkan Indomaret terus membuka gerai disetiap sudut kota, saya bisa memastikan usaha-usaha retail lokal yang ada disekitarnya pasti akan mati. Untuk itu, Pemkot harus segera bertindak guna melakukan pembatasan, jangan dibiarkan gerainya menjamur sehingga mendominasi pasar,” Kata Hendrawan, Selasa, (24/4/2018)

Sebagai percontohan, Hendrawan memberikan gambaran, dimana Indomaret ini benar-benar membunuh perkembangan usaha retail-retail lokal di beberapa kota metropolitan. Seperti yang terjadi pada saat Indomaret masuk ke daerah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada awal tahun 2011 lalu.

Pada saat itu, kata dia, sejumlah Supermarket lokal dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dahulu masih bisa ditemukan di jalan-jalan protokol kini sudah tidak ada lagi. Olehnya itu, ia berharap agar pemerintah Kota Kendari hendaknya berkaca dan mengambil pembelajaran dari kejadian di Kota Makassar dimana pelaku UKM lokal justru tidak memiliki ruang usaha di kampung sendiri.

Terlebih lagi, brand franchise ini akan terus membuka gerai hingga ke lorong-lorong. Biasanya, lanjut Hendrawan, kehadiran salah satu usaha waralaba akan diikuti dengan brand franchise lainnya, seperti Alfa Mart, Alfa Midi, Cirkle K dan usaha retail lainnya.

BACA JUGA :  Pengamat Ekonomi Sebut KADIN Tak Optimal Ditangan La Mandi, Anton Timbang Lebih Layak

“Hal seperti inilah yang harus diantisipasi pemerintah. Kompetisi boleh saja, tapi harus dipertimbangkan bagaimana sisitem pasar yang diterapkan dengan cara mendominasi kemudian tak terjadi, karena hal itu jelas akan membunuh usaha lokal,” kata pengusaha ini.

Lebih lanjut, Hendrawan menerangkan, secara umum harga yang ditawarkan Indomaret akan lebih murah dari supermarket lokal, karena produk yang ditawarkan akan dijual dengan harga pabrikan.

Sedangkan usaha retail lokal memiliki jalur distribusi yang panjang, sehingga harga jual pun akan cenderung lebih tinggi dibandingkan Indomaret.

“Untuk produk yang dijual, retail lokal ini kan merupakan tangan ketiga dari pabrik, sehingga dari jalur distribusi yang panjang ini tentu harga akan mengalami kenaikan dari pihak pertama hingga ke pihak ketiga. Sedangkan Indomaret kan terima langsung barangnya dari pabrik, makanya harga belinya pun jelas lebih murah,” jelasnya. (B)

1
1