1

GP Ansor Sultra Gelar Rakorwil Usung Deklarasi

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Menjelang Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 April mendatang, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kooordinasi Wilayah (Rakorwil).

1

Rakorwil tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pusat GP Ansor pada tanggal 25 Maret 2019 lalu di Jakarta terkait dengan Gerakan Rabu Putih pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Gerakan yang dipelopori oleh GP Ansor di seluruh Indonesia tersebut bertujuan untuk menyatuhkan visi, agar di Pilpres pada 17 April 2019 mendatang seluruh masyarakat Sultra ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyatukan pilihan.

Ketua PW GP Ansor Sultra, Pendais Haq mengatakan Gerakan Rabu Putih merupakan sebuah gerakan yang dipelopori oleh Pemuda Ansor di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi berita-berita hoax dan juga sebagai langkah antisipasi atas upaya mengintimidasi masyarakat Indonesia untuk tidak datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019 mendatang guna memberikan hak Pilihnya.

BACA JUGA :  Yudhianto Mahardika Menang Telak di TPS 19 Kelurahan Wua-wua

“Masyarakat Sultra harus menggunakan hak demokrasinya pada tanggal 17 April 2019 untuk berbondong-bondong datang ke TPS masing-masing dengan menggunakan baju putih dan memutihkan TPS” ujarnya saat ditemui di kegiatan rakorwil yang bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu, (30/03/2019).

Ditempat yang sama, Sekretaris Wilayah GP Ansor Sultra, Khabirun menambahkan, bahwa gerakan rabu putih ada untuk mengajak seluruh warga masyarakat menggunakan hak pilihnya dan jangan ada yang golput serta mengajak seluruh kader ansor disultra untuk mengawal rumah-rumah ibadah agar tidak dijadikan media kampanye dan penggalangan massa sebelum ke TPS.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Turut Berpartisipasi dalam Pembangunan Mesjid-Gedung Serbaguna KAHMI

“Ansor juga menyebarkan gerakan Rabu Putih sebuah gerakan untuk putihkan pikiran agar tetap damai, serta berharap masyarakat memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih Indonesia, agar datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 secara bebas, nyaman tanpa rasa takut atau merasa terintimidasi oleh kelompok mana pun,” terang Birun.

1
1