Kendari, Radarsultra.co – Kepala Kanwil Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra), Benhur Ngkaimi, memastikan stok beras di wilayahnya aman menjelang Ramadhan 2026.
Saat ditemui di Kantor Bulog Sultra, Rabu (11/02/26), ia menyampaikan realisasi penyerapan beras hingga Februari telah mencapai lebih dari 4.000 ton dari target sekitar 5.000 ton.
“Target sampai Februari itu masih sekitar 5 ribuan ton. Saat ini sudah 4.000 lebih. Insyaallah selesai di Februari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data panen, Maret mulai memasuki masa panen dan April menjadi puncak panen. Target penyerapan hingga Juni 2026 ditetapkan sebesar 120.000 ton, dengan target minimal 90.000 ton.
“Target kita sampai Juni itu dari 120.000 ton, minimal dapat 90.000 ton,” katanya.
Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Sultra mencapai sekitar 76.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadhan hingga Idulfitri.
“Kalau tidak keluar ke daerah lain, sampai Lebaran tahun depan pun masih aman,” jelasnya.
Bulog Sultra juga mendapat penugasan distribusi antarwilayah sebesar 44.000 ton. Hingga kini, sekitar 6.000 ton telah dikirim secara bertahap ke Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Salah satu wilayah menerima sekitar 26.000 ton, Papua sekitar 8.000 ton, sementara wilayah lain berkisar antara 6.500 hingga 8.000 ton.
Terkait kenaikan harga beras di pasaran, Benhur menilai kondisi tersebut masih wajar karena panen raya belum merata dan suplai dari sentra produksi masih terbatas.
Panen diperkirakan mulai Maret dan mencapai puncaknya pada April–Mei di Konawe, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe Selatan, dan Bombana.
Ia optimistis dengan masuknya panen raya dan program stabilisasi, harga beras akan kembali terkendali selama Ramadhan 2026.






