1

Gubernur Sultra Targetkan PPI Sodohoa Dongkrak Ekonomi Nelayan

1

Kendari, Radarsultra.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, meresmikan pembangunan dan rehabilitasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa yang terletak di Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, pada Jumat (30/01/26). Peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memperkuat infrastruktur sektor kelautan dan perikanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pembangunan dan rehabilitasi PPI Sodohoa dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara dengan total anggaran sebesar Rp7.373.561.000 yang bersumber dari APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.

1

Anggaran tersebut meliputi pembangunan sarana dan prasarana pasar PPI Kota Kendari dari APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp433.761.200, pembangunan gedung PPI dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp6.266.246.530, serta rehabilitasi pagar PPI dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp900.000.186.

Sejumlah pekerjaan konstruksi telah diselesaikan, di antaranya rehabilitasi satu gedung kantor dan satu gedung cool storage, pembangunan empat gedung baru untuk pelayanan dan penjualan ikan, pembangunan pagar kawasan PPI, serta penyediaan lapak-lapak penjualan bagi pedagang.

BACA JUGA :  Rencana Wali Kota Soal Pengadaan Komputer Mendapat Respon Baik Pihak Sekolah

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dipelihara dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“PPI ini sudah kita resmikan dan kondisinya sudah baik. Saya titipkan kepada para pengelola agar fasilitas ini dipelihara dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan infrastruktur yang akan segera dibenahi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan melakukan penataan lanjutan, termasuk pengaturan area berjualan agar seluruh aktivitas jual beli terpusat di dalam kawasan PPI.

Menurutnya, penataan kawasan yang lebih tertib dengan pemisahan area basah dan area kering akan meningkatkan kenyamanan, kebersihan, serta daya tarik PPI bagi pembeli.

“Kalau tempatnya bagus dan tertata, pembeli akan datang lebih banyak. Ikan kualitasnya terjaga karena ada cool storage, sehingga harga tidak turun,” katanya.

BACA JUGA :  Jelajah Kota Jamda Pramuka Sultra X, Ratusan Peserta Pelajari Sejarah dan Pembangunan Kendari

Ia menambahkan, peningkatan aktivitas jual beli akan berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan dan pedagang ikan, yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan.

“Kalau pendapatan naik, nelayan dan pedagang punya uang. Artinya, anak-anak mereka bisa sekolah dan kehidupan keluarga lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menanggapi keluhan pedagang terkait ketersediaan listrik dan pencahayaan di kawasan PPI. Ia memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pengajuan proposal perbaikan. Selain listrik, aspek sanitasi dan sistem pembuangan air juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Keluhan soal listrik, lampu, sanitasi, dan pembuangan air akan kita perbaiki. Semua kita benahi agar PPI ini benar-benar layak dan nyaman,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap PPI Sodohoa dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama oleh pengelola serta masyarakat, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan ekonomi nelayan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

1
1