1

Gubernur Sultra Kunjungi Keluarga Korban Tabrak Lari di Lampu Merah PLN

*Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengunjungi kediaman keluarga korban tabrak lari yang terjadi beberapa waktu lalu di perempatan lampu merah PLN, Kota Kendari.
1

Kendari, Radarsultra.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengunjungi kediaman keluarga korban tabrak lari yang terjadi beberapa waktu lalu di perempatan lampu merah PLN, Kota Kendari. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku penabrakan telah ditangkap.

Pada kesempatan itu, Gubernur bersama Wakil Wali Kota Kendari meninjau langsung kondisi rumah dan keluarga korban. Ia menyampaikan bahwa keluarga korban memiliki tujuh orang anak, dengan kondisi orang tua yang bekerja serabutan.

Gubernur mengimbau agar ke depan anak-anak tidak lagi dibiarkan berjualan di pinggir jalan karena memiliki risiko yang tinggi. Ia juga meminta pemerintah setempat, mulai dari RT/RW hingga lurah, agar melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah masing-masing dan memastikan bantuan sosial disalurkan secara tepat sasaran.

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, sehingga perlu perhatian dan pengawasan langsung,” ujar Andi Sumangerukka, Jumat (6/2/2026).

Selain itu, Gubernur menegaskan bahwa pihak yang melakukan penabrakan harus bertanggung jawab. Menurutnya, harus ada santunan kepada keluarga korban dan permasalahan tersebut harus diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Guna mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang, Gubernur menyampaikan bahwa masyarakat yang bekerja serabutan akan difasilitasi melalui pekerjaan dengan skema outsourcing. Pekerjaan tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, seperti pekerjaan melayani atau membersihkan.

Ia menekankan bahwa bantuan sosial harus tepat sasaran agar masyarakat tidak kembali ke jalan untuk mencari penghidupan, terlebih lagi anak-anak.

BACA JUGA :  Polres Kolaka Siapkan Pengamanan Ketat di Masa Kampanye Pilkada 2024

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan bahwa tindak lanjut bantuan bagi keluarga korban merupakan instruksi dari Gubernur Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kota Kendari akan berkolaborasi dan berkomunikasi dengan Dinas Sosial Kota Kendari serta Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Kota Kendari telah intens melakukan patroli dan komunikasi dengan para pedagang. Menurutnya, terdapat pedagang yang sudah lama dan ada pula yang baru.

“Untuk kasus ini, termasuk kategori baru yang ditertibkan dan kemudian terjadi musibah,” kata Sudirman.

Sudirman menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Tenggara telah menyampaikan santunan yang akan diberikan, termasuk program bedah rumah melalui Program Stimulan Pembangunan Swadaya (PSBS) dari pemerintah provinsi.

Ia menjelaskan bahwa meskipun rumah tersebut juga masuk dalam daftar model rumah pemerintah kota, apabila dapat dimasukkan dalam program pemerintah provinsi maka dinilai lebih baik.

Menurutnya, pengerjaan rumah tersebut dapat sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan kepada orang tua korban. Orang tua korban diketahui bekerja serabutan di bidang bangunan, sehingga pembangunan rumah dapat dikerjakan sendiri.

“Selain rumah dibangun, yang bersangkutan juga dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Sudirman menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Tenggara memberikan masukan agar orang tua korban tidak lagi bekerja serabutan. Pemerintah provinsi memiliki program melalui skema pekerjaan outsourcing agar terdapat jaminan hidup dan jaminan pekerjaan untuk menghidupi anak-anaknya.

Sudirman menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian ke depan. Menurutnya, atensi serta program pemberdayaan pemerintah kepada masyarakat akan ditingkatkan, baik dari faktor ekonomi maupun faktor sosial.

BACA JUGA :  Dari SPN ke Masyarakat: Polda Sultra Tekankan Pengabdian Kemanusiaan bagi Bintara Remaja Polri

Plt Lurah Pondambea, Safaruddin Bachmid, menyampaikan bahwa keluarga korban merupakan keluarga besar dengan jumlah saudara yang banyak. Ia mengaku mengetahui secara langsung kondisi keluarga tersebut karena selain menjabat sebagai pelaksana lurah, dirinya juga merangkap sebagai RT di wilayah keluarga korban tinggal.

Safaruddin menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tersebut memprihatinkan. Orang tua anak-anak tersebut telah beberapa kali mengalami penangkapan. Ia menyebut faktor kebutuhan ekonomi menjadi alasan sehingga aktivitas mencari nafkah seperti ini dilakukan secara berulang.

Ia menambahkan bahwa keluarga tersebut telah beberapa kali mendapatkan pembinaan. Seluruh anak dalam keluarga tersebut masih bersekolah, dengan dua anak sudah duduk di bangku SMP dan lainnya masih SD.

Safaruddin mengatakan pihak RT dan pemerintah setempat telah menawarkan agar anak-anak tersebut dapat mengikuti sekolah rakyat, sehingga tidak harus mencari uang dengan cara berjualan.

Ia menyebutkan bahwa ibu anak-anak tersebut berjualan tisu di lampu merah dan kerap berpindah-pindah lokasi.

Safaruddin menyampaikan bahwa pihaknya telah kembali mendatangi dinas sosial untuk menanyakan mekanisme penanganan selanjutnya. Selain itu, tim pemerintah dan tim perumahan juga telah turun langsung dan meminta seluruh berkas yang diperlukan.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Kendari dapat memberikan solusi tempat tinggal yang lebih baik bagi keluarga tersebut.

1
1