Kendari, Radarsultra.co — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus memastikan ketersediaan pangan murah bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Pelataran Eks MTQ Kendari, Selasa (26/8/2025) sore.
“Kolaborasi ini sangat penting. Semoga inflasi di Kota Kendari dapat terus terkendali sehingga situasi tetap kondusif dalam pemenuhan pangan,” ujar Siska.
Menurutnya, kegiatan pangan murah tidak hanya bermanfaat menjaga harga bahan pokok, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas, mulai dari peningkatan produktivitas, promosi potensi daerah, hingga menarik investasi di Kota Kendari.

Kendari Catat Inflasi Terendah di Sultra
Siska menyampaikan bahwa capaian Kota Kendari dalam mengendalikan inflasi mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, seperti yang disampaikan Pak Menteri, Kota Kendari mampu menekan angka inflasi terendah di Sulawesi Tenggara. Saat ini inflasi Kendari tercatat hanya 1,11 persen secara bulanan dan 2,57 persen secara tahunan,” jelasnya.
Selain isu pangan, Wali Kota Kendari juga menyinggung masalah parkir liar yang masih menjadi keluhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami akan tetap menanganinya sesuai mekanisme yang ada,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Dunia Usaha
Gerakan Pangan Murah ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dengan menghadirkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Mendagri Tito menekankan bahwa pangan merupakan isu utama yang menjadi perhatian masyarakat.
“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa program nomor satu adalah swasembada pangan. Negara yang benar-benar merdeka adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga inflasi pada kisaran ideal 1,5 hingga 3,5 persen agar konsumen dan produsen sama-sama terlindungi.
“Saat ini inflasi nasional tercatat 2,37 persen, masih terkendali,” jelas Tito.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Bagi Kadin, pangan adalah sektor strategis. Kami mendorong distribusi yang efisien agar pasokan merata ke seluruh pelosok tanah air,” katanya.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, bahkan menyebut harga pangan di Sulawesi Tenggara termasuk yang termurah di Indonesia. Selain itu, keterlibatan 29 pelaku usaha, distributor, dan UMKM dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga ketahanan pangan.
“Semoga gerakan pangan murah ini membantu masyarakat sekaligus menekan inflasi di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Sinergi untuk Rakyat
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menekankan bahwa tantangan sektor pangan semakin kompleks akibat iklim, fluktuasi harga global, hingga dampak geopolitik.
“Melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di 17 kabupaten/kota secara bergilir, kita ingin menjaga stabilitas harga dan menghadirkan pangan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Siska Karina Imran berharap agar momentum pangan murah di Kendari benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjaga keterjangkauan harga, tetapi juga mendorong sektor peternakan, memperkuat perekonomian daerah, serta memberikan harapan baru bagi masyarakat Kendari,” pungkasnya.







