Kendari, Radarsultra.co — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Sulawesi Tenggara) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026 bertema “Akselerasi Prestasi Olahraga Menuju Sultra Maju” pada Minggu, 25 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis pertama kepengurusan periode 2025–2029 untuk memetakan arah pembinaan dan target prestasi olahraga Sulawesi Tenggara.
Rakerprov dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerprov perdana sejak kepengurusan KONI yang baru dilantik pada Oktober 2025 lalu, sekaligus menegaskan pentingnya orientasi kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan masa depan atlet, bukan semata capaian sesaat.
Gubernur menyoroti praktik pembinaan yang kerap berhenti pada momen prestasi. Menurutnya, atlet berprestasi harus dipastikan memiliki kepastian masa depan melalui pembinaan berjenjang, perlindungan, dan dukungan pascakarier.
“Kita ingin prestasi yang berkelanjutan. Atlet harus dibina dan dipelihara, bukan hanya dipakai saat kompetisi,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka, Minggu (25/1/2026).
Selain aspek pembinaan, Gubernur juga menekankan peran pemerintah daerah dalam penyediaan fasilitas olahraga yang layak.
Ia meminta pembangunan dan perbaikan sarana latihan segera dituntaskan tanpa penundaan, seraya menegaskan bahwa kebijakan percepatan fasilitas bukan untuk mencari masalah, melainkan demi kemajuan olahraga daerah.
Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar menyampaikan bahwa Rakerprov membahas agenda prioritas, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 serta keikutsertaan Sultra pada PON Bela Diri.
Ia melaporkan capaian Sultra pada PON Bela Diri di Kudus dengan raihan sembilan medali, dan menargetkan medali emas pada PON Bela Diri yang akan digelar Mei mendatang di Sulawesi Utara.
“Dengan keterbatasan yang ada, capaian sembilan medali patut disyukuri. Target kita ke depan jelas: emas. Kami juga berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk pemberian bonus bagi atlet berprestasi,” ujar Andi Ady Aksar.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov, Syukriyanto, menjelaskan bahwa rapat kerja tahunan ini menjadi ruang evaluasi kinerja sekaligus pengambilan keputusan strategis, terutama penetapan tuan rumah Porprov.
Ia menyebutkan, Tim verifikasi telah dibentuk untuk mengecek kesiapan venue dengan 13 indikator. Sejumlah daerah yang masuk alternatif antara lain Bombana, Konawe Selatan, dan Kota Kendari, termasuk opsi berbagi lokasi dengan pertimbangan kesiapan anggaran dan teknis penyelenggaraan.
Rakerprov juga menyepakati penambahan dua cabang olahraga, yakni sepak bola mini dan Federasi Gimnastik Indonesia, sebagai bagian dari penguatan struktur dan identitas cabang olahraga di Sultra.
Terkait anggaran, Syukriyanto menegaskan bahwa anggaran operasional KONI sebesar Rp3 miliar terpisah dari anggaran Porprov yang akan dibahas bersama pemerintah daerah setelah tuan rumah ditetapkan.
Melalui Rakerprov ini, KONI Sultra menegaskan komitmen menyelaraskan pembinaan atlet, penguatan fasilitas, dan tata kelola anggaran agar akselerasi prestasi olahraga berjalan terukur dan berkelanjutan menuju Sulawesi Tenggara yang maju.***






